Astra Graphia Bagikan Dividen Rp325 Miliar, Melebihi Laba Bersih 2025

- Kamis, 16 April 2026 | 07:30 WIB
Astra Graphia Bagikan Dividen Rp325 Miliar, Melebihi Laba Bersih 2025

PT Astra Graphia (ASGR) baru saja mengumumkan rencana pembagian dividen yang cukup besar. Jumlahnya mencapai Rp325 miliar untuk tahun buku 2025. Yang menarik, angka ini bahkan melebihi laba bersih perseroan, karena mencakup 120% dari laba tahun lalu.

Rinciannya begini. Dari total fantastis itu, sekitar Rp270,6 miliar bersumber dari laba bersih 2025. Sementara sisa Rp54,4 miliar diambil dari saldo laba ditahan, yang bisa disebut sebagai dividen spesial buat para pemegang saham.

Kalau dihitung per lembar saham, total dividennya Rp241. Mereka sebelumnya sudah membagikan dividen interim Rp30 per saham. Jadi, sisa yang bakal diterima pemegang saham nanti adalah Rp211 per lembar.

Menurut sejumlah saksi, pengumuman ini disampaikan langsung oleh Presiden Direktur Astra Graphia, Hendrix Permana, pada Rabu (15/4/2026). Ia menjelaskan bahwa langkah ini didukung oleh kinerja perusahaan yang solid sepanjang tahun lalu.

"Kinerja positif ini didorong oleh pertumbuhan pendapatan di solusi teknologi informasi, penerapan operational excellence sebagai fondasi utama, yang didukung pengelolaan arus kas yang sehat, percepatan digitalisasi proses bisnis, serta inovasi berkelanjutan,"

Di sisi lain, pasar tampak merespons positif. Pada perdagangan sehari sebelum pengumuman, saham ASGR menguat 0,9% ke level Rp1.715 per saham. Dengan harga penutupan itu, dividend yield untuk dividen final saja mencapai 12%. Kalau ditotal dengan dividen interim, angkanya nyaris menyentuh 14% sebuah angka yang cukup menggiurkan bagi investor pencari pendapatan.

Lalu, apa yang membuat perusahaan ini begitu percaya diri membagikan dividen jumbo? Jawabannya ada di neraca yang sangat kuat. Hingga akhir Desember 2025, posisi kas dan setara kas Astra Graphia menumpuk di angka Rp1,85 triliun. Saldo labanya juga gendut, tercatat Rp1,87 triliun.

Hal lain yang patut dicatat: belanja modal mereka terbilang rendah. Sepanjang 2025, hanya Rp18 miliar yang dihabiskan untuk ini. Pola ini semakin mengukuhkan citra perusahaan sebagai mesin kas yang andal. Sebagai anak usaha PT Astra International (ASII), langkah ini sekaligus menunjukkan kesehatan keuangan grup yang menyeluruh.

Dengan semua faktor itu, keputusan membagikan dividen besar ini bukanlah kejutan. Ini lebih seperti konsekuensi logis dari kinerja dan fundamental yang memang sehat.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar