Ledakan mengguncang udara di Lebanon selatan, Kamis (16/4/2026) lalu. Pesawat tempur Israel, menurut laporan, melancarkan dua serangan beruntun yang memusnahkan Jembatan Qasmiyeh. Ini bukan sekadar jembatan biasa. Bagi warga setempat, struktur itu adalah penghubung vital antara Tyre dan Sidon satu-satunya penyeberangan terakhir yang masih berfungsi di wilayah itu.
Media Lebanon dengan tegas menyebut serangan ini sebagai bagian dari upaya Israel untuk menghancurkan infrastruktur kunci. Di sisi lain, situasinya sebenarnya sudah memanas sejak lama. Jembatan strategis ini sebelumnya memang sudah bolong-bolong akibat serangan udara, tapi kali ini, hancurnya total.
Rekaman kejadian pasca-serangan menunjukkan pemandangan yang suram. Cakrawala di dekat jembatan diselimuti awan asap hitam pekat yang membubung tinggi, kontras dengan padang rumput hijau di sekitarnya. Sebelum serangan udara besar terjadi, sebuah drone dilaporkan lebih dulu melakukan dua kali tembakan di area yang sama.
“Sebelum serangan udara ini, sebuah drone juga telah melakukan dua serangan terpisah di dekat jembatan yang sama,” demikian pernyataan Kantor Berita Nasional Lebanon (NNA), yang dikutip media.
Dampaknya langsung terasa. Akses puluhan ribu penduduk di selatan terputus dari jalur bantuan penting. Menurut otoritas setempat, serangan ini menewaskan setidaknya satu orang dan melukai dua lainnya.
Namun begitu, klaim dari pihak militer Israel justru berbeda. Mereka menyatakan kepada CNN bahwa pasukan mereka "tidak menargetkan" jembatan tersebut secara langsung. Hanya saja, mereka mengakui melakukan serangan "di sekitarnya."
Konflik ini, sayangnya, adalah babak baru dari ketegangan yang berlarut-larut. Israel terus melancarkan serangan di seluruh Lebanon, meski sebenarnya ada perjanjian gencatan senjata yang ditandatangani pada November 2024. Pemicunya adalah serangan lintas batas oleh Hizbullah awal Maret lalu.
Korban jiwa terus berjatuhan. Data terbaru dari otoritas kesehatan Lebanon menyebut lebih dari 2.160 orang tewas. Angka yang menyedihkan. Belum lagi lebih dari 7.000 orang terluka dan lebih dari satu juta orang terpaksa mengungsi meninggalkan rumah mereka sejak Maret.
Artikel Terkait
Pegadaian Beri Tips Investasi Dolar AS untuk Pemula di Tengah Pelemahan Rupiah
Timnas Indonesia U-17 Tumbang dari Malaysia, Jalan ke Semifinal AFF Terancam
Israel dan Lebanon Sepakati Gencatan Senjata 10 Hari, Hezbollah Siap Hormati dengan Syarat
KSAD Laporkan Penyelesaian 300 Jembatan dan Renovasi Sekolah ke Presiden Prabowo