CFD Rasuna Said Kembali Digelar Mulai Minggu Besok, Dishub Siapkan 10 Rute Alternatif

- Minggu, 07 Juni 2026 | 05:40 WIB
CFD Rasuna Said Kembali Digelar Mulai Minggu Besok, Dishub Siapkan 10 Rute Alternatif

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memastikan gelaran car free day (CFD) di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, akan kembali digelar secara rutin mulai Minggu, 7 Juni 2026, pukul 05.30 hingga 09.00 WIB. Untuk mendukung kelancaran acara tersebut, Dinas Perhubungan DKI telah menyiapkan rekayasa lalu lintas beserta sejumlah rute alternatif bagi pengendara yang tetap beraktivitas pada pagi hari.

CFD di kawasan Rasuna Said ini akan membentang sepanjang 4,4 kilometer. Peresmiannya dijadwalkan berlangsung pada 22 Juni 2026, bertepatan dengan peringatan hari ulang tahun (HUT) Jakarta. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyatakan bahwa persiapan teknis telah mencapai tahap akhir.

“Sekarang ini mungkin sudah 95 persen lebih, sedang tahap finalisasi. Maka besok car free day adalah car free day yang secara resmi dilakukan terus-menerus mulai dari jam 05.30 sampai dengan jam 09.00 siang,” ujar Pramono kepada wartawan di Matraman, Jakarta Timur, Jumat, 5 Juni 2026.

Penetapan waktu hingga pukul 09.00 WIB, menurut Pramono, dilakukan agar tidak mengganggu aktivitas tempat ibadah yang berada di sekitar lokasi. Meski demikian, ia optimistis CFD Rasuna Said akan menjadi tempat favorit baru bagi warga Jakarta.

“Kenapa jam 09.00? Karena di sana ada beberapa tempat untuk tempat-tempat ibadah, kami tidak ingin mengganggu itu. Dan untuk car free day di Rasuna Said atau di Kuningan, saya yakin ini akan menjadi hal yang tempat favorit baru bagi warga Jakarta untuk bisa memilih apakah di Gatot Subroto-Thamrin atau di Rasuna Said,” tuturnya.

Rute CFD Rasuna Said mencakup beberapa ruas jalan utama. Untuk arah utara–selatan, jalur membentang dari Jalan Gembira hingga Jalan Raya Casablanca. Sementara itu, untuk arah selatan–utara, jalur meliputi Jalan Prof Dr Satrio hingga Jalan Setiabudi Utara Raya dan Jalan Setiabudi Tengah.

Dishub DKI Jakarta telah menyiapkan sepuluh rute alternatif guna mengalihkan arus lalu lintas di kawasan Kuningan selama CFD berlangsung. Selain itu, masyarakat juga dapat memanfaatkan moda transportasi umum, seperti LRT Jabodebek dengan relasi Dukuh Atas–Harjamukti dan Dukuh Atas–Jati Mulya melalui Stasiun LRT Rasuna Said serta Stasiun LRT Setiabudi.

Berikut adalah sepuluh rute alternatif yang telah disiapkan:

Dari Manggarai menuju Tanah Abang atau Karet dapat melalui Jalan Sultan Agung, Jalan Galunggung, Jalan Karet Pasar Baru Timur III, Jalan Karet Pasar Baru Timur II, dan Jalan RM Margono Djojohadikoesoemo. Sebaliknya, dari Tanah Abang atau Karet menuju Manggarai dapat melalui Jalan RM Margono Djojohadikoesoemo, Jalan Galunggung, dan Jalan Sultan Agung.

Dari Menteng menuju Kuningan dapat melalui Jalan Galunggung, Jalan Gembira, Jalan Kuningan Persada, Jalan Kuningan Mulya, Jalan Achmad Bakrie Barat, dan Jalan Casablanca. Sementara itu, dari Gatot Subroto menuju Menteng dapat melalui Jalan Prof Dr Satrio, Jalan Denpasar Raya, Jalan Setiabudi, Jalan Setiabudi Utara Raya, Jalan Setiabudi Tengah, dan Jalan Galunggung.

Dari Tanah Abang atau Karet menuju Kampung Melayu dapat melalui Jalan KH Mas Mansyur, Jalan Prof Dr Satrio, dan Jalan Raya Casablanca. Sebaliknya, dari Kampung Melayu menuju Tanah Abang atau Karet dapat melalui Jalan Raya Casablanca, Jalan Prof Dr Satrio, dan Jalan KH Mas Mansyur.

Dari Karet Pedurenan menuju Menteng dapat melalui Jalan Denpasar Raya, Jalan Setiabudi, Jalan Setiabudi Utara Raya, Jalan Setiabudi Tengah, dan Jalan Galunggung. Dari Karet Pedurenan menuju Gatot Subroto dapat melalui Jalan Karet Pedurenan, Jalan Prof Dr Satrio, dan Jalan HR Rasuna Said.

Dari Taman Setiabudi menuju Menteng dapat melalui Jalan Setiabudi Tengah dan Jalan Galunggung. Adapun dari Taman Setiabudi menuju Gatot Subroto dapat melalui Jalan Setiabudi Tengah, Jalan Setiabudi Selatan, Jalan Denpasar, Jalan Prof Dr Satrio, dan Jalan HR Rasuna Said.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar