Menkes Budi Gunadi Bagikan Tips Alami Kendalikan Kolesterol dengan Cuka Apel

- Kamis, 16 April 2026 | 22:15 WIB
Menkes Budi Gunadi Bagikan Tips Alami Kendalikan Kolesterol dengan Cuka Apel

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin punya perhatian khusus soal cara alami mengendalikan kolesterol. Lewat Instagram pribadinya, dia membagikan tips yang cukup mengejutkan: cuka apel. Bukan sembarang minum, tapi dikonsumsi tepat sebelum menyantap hidangan berlemak.

Kebiasaan kita seringkali langsung mencari obat penurun kolesterol usai makan enak. Padahal, menurut Menkes, ada alternatif lain yang lebih alami. "Siapa nih yang kebiasaan langsung mencari obat statin (penurun kolesterol) sehabis makan enak dan berlemak?" tanyanya dalam unggahan itu.

"Saya punya alternatif kebiasaan alami yang bisa kalian coba, yaitu mengonsumsi cuka apel," lanjut Budi.

Dia menjelaskan, cuka apel punya manfaat baik untuk pencernaan. Lebih dari itu, kandungan di dalamnya disebut bisa membantu menekan lonjakan gula darah dan kolesterol pasca makan. "Manfaat utamanya bisa menekan lonjakan gula darah dan kolesterol, serta membantu mempercepat pembakaran lemak di tubuh," ujarnya.

Namun begitu, ada aturan main yang harus dipatuhi. Kalau tidak, bukannya sehat, malah bisa timbul masalah. Cara penyajiannya krusial, terutama untuk melindungi gigi dari sifat asamnya.

"Tapi ada aturan mainnya supaya aman. Tuangkan satu sendok makan cuka apel ke dalam satu gelas air putih, lalu aduk hingga merata," katanya memberi petunjuk.

Dia juga mengingatkan hal penting ini: "Ingat, jangan langsung diminum dari gelas karena sifat asamnya bisa membuat gigi kita cepat keropos. Selalu gunakan sedotan!"

Waktu konsumsinya pun tak boleh asal. Untuk hasil yang optimal, minuman ini sebaiknya diminum 15 sampai 20 menit sebelum makan besar. Dengan begitu, tubuh lebih siap menghadapi asupan lemak yang masuk.

Meski terdengar menjanjikan, Menkes Budi menegaskan bahwa ini bukan solusi ajaib. Cuka apel hanyalah salah satu ikhtiar. "Tentu saja ini bukan ramuan sihir yang langsung melenyapkan semua kolesterol jahat di badan kita," ujarnya.

"Ini adalah ikhtiar pola hidup sehat alami yang tetap harus dibarengi dengan asupan gizi seimbang," pungkasnya. Jadi, pola hidup sehat secara keseluruhan tetaplah kunci utamanya.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar