Tokoh Nasional & Masyarakat Banten Siap Hadir dalam Aksi Perlawanan Terhadap Oligarki PIK-2 di Mauk
Oleh: Ahmad Khozinudin, S.H.
Advokat dan Koordinator Tim Advokasi Melawan Oligarki Rakus Perampas Tanah Rakyat (TA-MOR-PTR)
Hari ini, Senin 10 November 2025 yang bertepatan dengan Hari Pahlawan, kami akan membersamai masyarakat Banten untuk menyuarakan perlawanan atas kezaliman proyek PIK-2. Pesan aksi ini jelas: oligarki PIK-2 telah merugikan masyarakat Banten secara signifikan.
Berbagai kampanye PIK-2 melalui bantuan sembako, dana CSR, hingga kerjasama dengan Pemda dinilai hanya sebagai kamuflase untuk menutupi dampak negatif proyek properti raksasa tersebut. Masyarakat merasakan langsung kerugian berupa polusi, kemacetan, kerusakan jalan, hingga kecelakaan yang disebabkan hilir mudik truk pengangkut tanah timbun.
Bahkan pernah terjadi insiden pembakaran sejumlah truk setelah seorang remaja tertabrak hingga kakinya cacat permanen. Kerugian yang lebih besar lagi meliputi perampasan wilayah kedaulatan laut, perampasan tanah rakyat, serta ancaman terhadap masa depan budaya lokal dan peradaban Islam di Banten.
Sayangnya, pemerintah dinilai tidak bertindak sebagai penjaga negara dan rakyat, justru asyik melayani kepentingan oligarki.
Dukungan Luas dari Berbagai Elemen Masyarakat
Sejumlah elemen masyarakat Banten telah mengkonfirmasi kehadiran dalam aksi perlawanan ini. Beberapa tokoh yang akan hadir antara lain:
- Ahmad Zakky (Caretaker Brigade Gema Mathlaul Anwar dan Koordinator Aksi)
- KH. Fathul Adzhiem (Presiden Kasaba)
- KH. Hafiddin (Panglima Brigade Kasaba)
- KH. Ma'mun Syahroni (Forum Ulama, Akademisi dan Tokoh Banten)
- Dr. H. Sabrawijaya (Penasehat HNSI Prof. Banten)
Tim lapangan yang dipimpin Bang Gufroni SH MH dan Nelayan Holid Miqdar juga telah mengkonfirmasi kesiapan aksi. Bahkan Muhammad Sa'id Didu dan Abraham Samad juga akan hadir memberikan dukungan.
Dukungan dari Berbagai Kelompok
Aktivis Bandung yang selama ini mendukung perlawanan terhadap PIK-2 juga akan hadir. Mereka sebelumnya telah mengkampanyekan penolakan terhadap proyek serupa di wilayah mereka.
Berbagai ormas kepemudaan Islam turut bergabung, termasuk Generasi Muda Mathla'ul Anwar. Organisasi persilatan seperti Macan Kulon, PPSBI, Pendekar Terumbu Banten, dan Cakrabuana Muda Indonesia juga akan membersamai aksi ini.
Korban Langsung PIK-2 Ikut Bersuara
Korban langsung proyek PIK-2 dari masyarakat setempat Mauk seperti bu Siti, kang Edi, dan kang Cecep akan hadir memberikan kesaksian. Keluarga Charlie Chandra yang juga menjadi korban akan turut serta dalam aksi ini.
Kami juga menyiapkan dokumen dukungan untuk membela Charlie Chandra yang saat ini kasusnya masuk tingkat kasasi di Mahkamah Agung. Setelah vonis banding 1 tahun, jaksa mengajukan kasasi dan kami pun melakukan hal yang sama.
Kami berharap Mahkamah Agung RI membebaskan Charlie di tingkat kasasi, atau setidaknya mempertahankan vonis 1 tahun yang sebelumnya di PN Tangerang divonis 4 tahun.
Semoga perjuangan perlawanan ini bernilai ibadah. Sampai jumpa di Tugu Mauk, Kabupaten Tangerang, hari ini.
Artikel Terkait
BMKG Keluarkan Peringatan Dini Cuaca Ekstrem untuk Aceh dan Sumut
Kematian Bos Kartel El Mencho Picu Gelombang Kekerasan di Meksiko
LPDP Perketat Pengawasan, 600 Penerima Beasiswa Diselidiki atas Dugaan Pelanggaran
Jadwal Imsak dan Anjuran Sahur di Banjarmasin pada 24 Februari 2026