Sahroni Kurbankan 38 Sapi, Termasuk Satu Ekor Berat 1,2 Ton untuk Iduladha 2026

- Rabu, 27 Mei 2026 | 14:30 WIB
Sahroni Kurbankan 38 Sapi, Termasuk Satu Ekor Berat 1,2 Ton untuk Iduladha 2026

Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni, kembali menyalurkan hewan kurban kepada masyarakat di sejumlah wilayah Jakarta pada perayaan Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah atau 2026 Masehi. Tahun ini, politikus Partai NasDem itu mengurbankan total 38 ekor sapi dengan bobot keseluruhan mencapai sekitar 37 ton. Dari jumlah tersebut, satu ekor sapi terbesar memiliki berat hingga 1,2 ton.

Seluruh hewan kurban itu diperkirakan akan menghasilkan sekitar 30.000 paket daging yang siap dibagikan. Pendistribusian dilakukan oleh tim Ahmad Sahroni Center (ASC) ke berbagai titik, antara lain Pademangan, Sunter Agung, Kalibaru, Koja, Cilincing, Cengkareng, serta warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan Cipinang, Jakarta Timur, dan beberapa lokasi lainnya.

Menurut Sahroni, Iduladha merupakan momentum untuk memperkuat solidaritas sosial dan memastikan kebahagiaan dapat dirasakan lebih merata oleh masyarakat. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk rasa syukur sekaligus semangat berbagi kepada sesama.

“Alhamdulillah di Iduladha tahun ini, saya kembali bisa berbagi untuk masyarakat,” ujar Sahroni dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu (27/5/2026).

Ia berharap hewan kurban yang disalurkan dapat membawa manfaat dan kebahagiaan bagi para penerima, khususnya di wilayah-wilayah yang selama ini dekat dengan kegiatan sosialnya. “Intinya, ini bentuk rasa syukur sekaligus semangat berbagi kepada sesama,” kata Sahroni.

Sahroni juga menyampaikan komitmennya untuk terus menjalankan ibadah kurban setiap tahun. “Insyaallah selama saya hidup, saya berkomitmen untuk terus berkurban puluhan sapi setiap tahunnya,” ucapnya.

Ia pun menyatakan harapan agar dapat berkurban dalam jumlah yang lebih besar di masa mendatang. “Semoga ke depan bisa ada rezeki dan umur panjang untuk bisa kurban sampai ratusan ekor. Bismillah, diniatkan untuk berbagi,” pungkas Sahroni.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar