Malam Takbiran Idul Adha di Kayong Utara Meriah, Mahfud MD dan Dasad Latif Hadiri Pawai Mobil Hias

- Rabu, 27 Mei 2026 | 14:00 WIB
Malam Takbiran Idul Adha di Kayong Utara Meriah, Mahfud MD dan Dasad Latif Hadiri Pawai Mobil Hias

Malam takbiran Idul Adha 1447 Hijriah di Sukadana, Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat, berlangsung meriah dengan kehadiran sejumlah tokoh nasional pada Selasa (26/5/2026) malam. Suasana pawai takbir keliling yang dihiasi puluhan kendaraan hias menjadi pusat perhatian warga yang memadati sepanjang jalan.

Putra daerah Kayong Utara, Oesman Sapta atau yang akrab disapa OSO, memboyong dua tokoh nasional dalam perayaan tersebut, yakni mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD serta penceramah kondang Ustaz Das’ad Latif. Keduanya turut serta dalam kemeriahan Pawai Takbir Mobil Hias yang menjadi agenda tahunan masyarakat setempat.

Pawai kali ini menampilkan puluhan kendaraan hias dengan beragam ornamen bernuansa Idul Adha. Beberapa kendaraan dihiasi patung hewan kurban seperti kambing, sapi, dan unta, sementara yang lain dimodifikasi menyerupai Masjid Oesman Al Hair, Ka’bah, hingga mushaf Al-Quran. Kendaraan dengan penampilan terbaik rencananya akan mendapatkan hadiah dari panitia.

OSO mengaku takjub melihat antusiasme dan kreativitas masyarakat Kayong Utara dalam menyambut hari besar Islam. Menurutnya, semangat warga di daerah yang relatif kecil ini patut diapresiasi.

“Hampir setiap tahun saya begini di sebuah kampung yang kecil, tapi kreatif mereka luar biasa dalam menyambut Idul Adha,” ujarnya.

Sementara itu, Mahfud MD memberikan pujian terhadap masyarakat Kayong Utara. Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi itu menilai, meskipun Sukadana jauh dari hiruk-pikuk kota besar, kesadaran beragama dan kerukunan warganya sangat tinggi.

“Kita bisa belajar dari Kayong Utara ini. Kerukunan dan suasana keberagamaan bagus sekali. Suasana dibangun dengan penuh kesejukan di Kayong Utara,” ucapnya.

Dalam kesempatan itu, Mahfud juga mengajak masyarakat untuk memaknai momen kurban sebagai bentuk taqarrub, atau upaya mendekatkan diri kepada Allah, melalui pengorbanan demi kepentingan bangsa dan negara.

Di sisi lain, Das’ad Latif memberikan apresiasi kepada OSO. Menurutnya, OSO menjadi contoh nyata tokoh nasional yang terus berkurban dan tidak melupakan akar budayanya.

“Kalau beliau mau, lebih baik di Jakarta, tenang-tenang menghadapi Idul Adha. Tapi beliau mengorbankan waktu untuk datang ke sini. Ini pesan moralnya, silakan jadi tokoh nasional, tapi balik kampung bangun kampung kita,” pujinya.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar