Rapat pemegang saham PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) pada Rabu (15/4/2026) menghasilkan sejumlah keputusan penting. Bisa dibilang, ini momen yang cukup dinanti investor.
Yang paling menyita perhatian tentu soal dividen. Rapat Umum Tahunan sepakat membagikan laba bersih 2025 sebesar Rp250 untuk setiap lembar saham. Angka yang cukup besar, bukan? Bagi pemegang saham yang namanya tercatat per 27 April 2026, kabar gembira ini akan segera dirasakan.
Dengan harga saham kemarin yang ditutup di Rp1.940 melemah tipis 1,02% dividend yield yang didapat investor mencapai sekitar 13%. Sebuah angka yang sangat menarik di tengah kondisi pasar.
Namun begitu, rapat itu tak cuma soal bagi-bagi keuntungan. Ada juga perubahan di jajaran direksi. Irwan Abuthan, sang Direktur Independen, memutuskan mengundurkan diri. Keputusannya disetujui dalam forum yang sama.
Di sisi lain, komisaris juga dapat angin segar. Pemegang saham menyepakati remunerasi untuk mereka, dengan batas maksimal 0,3% dari total penjualan bersih perusahaan.
Sementara itu, dalam Rapat Luar Biasa yang digelar di hari yang sama, ada dua keputusan strategis lain yang diambil. Pertama, perseroan akan menarik 31 juta saham treasuri, atau setara 1,37% dari total saham beredar. Langkah ini otomatis mempengaruhi struktur modal mereka.
Kedua, dan ini yang cukup mengejutkan, nama perusahaan akan berubah. Setelah melalui musyawarah, pemegang saham setuju mengubah PT Matahari Department Store Tbk menjadi PT MDS Retailing Tbk. Tentu saja, perubahan ini masih menunggu lampu hijau dari Kementerian Hukum.
Kalau izin itu tak kunjung datang, Direksi punya wewenang penuh untuk memilih nama alternatif lain. Syaratnya, substansinya harus sama. Dan mereka bisa melakukannya tanpa harus kembali menggelar rapat umum.
Dua perubahan besar tadi soal modal dan nama akhirnya berimbas juga pada Anggaran Dasar perusahaan. Pasal 1, 4, dan beberapa ayat di dalamnya, akan direvisi. Semua disepakati tanpa hambatan berarti.
Jadi, dalam satu hari, Matahari memutuskan banyak hal. Dari urusan bagi hasil ke pemegang saham, pergantian nama, hingga penataan ulang struktur saham. Sebuah transformasi yang patut dicatat.
Artikel Terkait
Harga Emas Antam Turun Rp5.000 per Gram, Buyback Tetap Stagnan
Menkeu Purbaya Tolak Tawaran Pinjaman IMF, Sebut Ketahanan Fiskal Masih Kuat
Astra Graphia Bagikan Dividen Rp325 Miliar, Melebihi Laba Bersih 2025
Analis Sucor Sekuritas: IHSG Mulai Tunjukkan Tanda Pemulihan Berkelanjutan