Jakarta - Ternyata, alasan punya banyak safe house atau rumah aman oleh para tersangka kasus suap dan gratifikasi impor barang KW di Bea Cukai akhirnya terungkap. Mereka sengaja berpindah-pindah tempat agar sulit dilacak oleh aparat penegak hukum.
Hal itu diungkapkan oleh Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu. Menurutnya, modus berpindah-pindah lokasi ini adalah strategi mereka untuk menghindari deteksi.
“Kenapa memerlukan beberapa safe house? Karena mereka beroperasi selalu berpindah-pindah supaya tidak mudah diketahui,” ujar Asep, Jumat (27/2/2026).
Ia lalu memberi gambaran. Katakanlah ada barang hasil dugaan korupsi, maka barang itu bisa dipindahkan dari sebuah rumah aman di Jakarta Pusat, menyeberang ke tempat lain di kawasan Tangerang Selatan. Begitu seterusnya.
Operasi yang menyeret mereka bermula dari sebuah OTT yang digelar KPK di lingkungan DJBC Kementerian Keuangan pada awal Februari lalu, tepatnya tanggal 4. Saat itu, tidak tanggung-tanggung, 17 orang berhasil diamankan dalam sekali gebrak.
Artikel Terkait
Polisi Tangkap Enam Pelaku Sindikat Pencurian Besi dan Kabel Jalan Tol di Jakarta Utara
PAN Dukung Penuh Program Makan Bergizi Gratis, Sebut Investasi Bangsa
MK Siapkan Sidang Lanjutan Gugatan Program Makan Bergizi Gratis
KPK Tahan Kepala Seksi Intelijen Cukai Terkait Kasus Suap Rp5 Miliar