Maret 2026 ternyata menjadi bulan yang suram bagi pasar saham. Jika Anda seorang investor, mungkin Anda lebih memilih untuk tidak melihat portofolio Anda sepanjang bulan itu. Bagaimana tidak? Seluruh indeks sektoral di bursa tercatat anjlok, tanpa terkecuali. Suasana bearish benar-benar menyelimuti.
Yang paling terpukul adalah sektor konsumen siklikal. Indeks IDXCYCLIC-nya merosot hampir 20 persen, tepatnya 19,81%. Posisi kedua ditempati oleh sektor bahan baku (IDXBASIC) yang juga nyaris menyentuh level kerugian serupa, yaitu 19,51%. Rasanya sentimen jual mendominasi di mana-mana.
Di sisi lain, sektor industri dan infrastruktur tak kalah parah. IDXINDUSTRY dan IDXINFRA masing-masing terpangkas 14,82% dan 14,80%. Lalu, properti menyusul di belakangnya dengan penurunan 14,54%. Yang menarik, kelima sektor ini jatuhnya lebih dalam ketimbang Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang 'hanya' turun 14,42% pada periode yang sama.
Nah, kalau bicara soal saham individu, ada beberapa yang kinerjanya benar-benar memilikan. Puncak daftar 'top loser' diduduki oleh PT Indospring Tbk (INDS). Saham ini hancur, anjlok hingga 67,64%!
Bayangkan, dari harga Rp1.230 di awal bulan, ia terhempas ke level Rp398 saat penutupan Maret. Rugi besar.
Peringkat kedua diisi oleh PT Hotel Fitra Internasional Tbk (FITT) dengan penurunan 65,53%. Disusul kemudian oleh PT MD Entertainment Tbk (FILM) yang ikut terperosok 63,45%.
Tak berhenti di situ, dua emiten lain melengkapi lima besar yang paling menderita: PT Aracord Nusantara Group Tbk (RONY) dan PT Dua Putra Utama Makmur Tbk (DPUM). Keduanya terkikis masing-masing sebesar 58,59% dan 56,67%.
Secara keseluruhan, inilah 20 saham dengan penurunan terdalam sepanjang Maret 2026:
INDS -67,64%
FITT -65,53%
FILM -63,45%
RONY -58,59%
DPUM -56,67%
BNBR -51,40%
ZATA -50,92%
LCKM -47,14%
MLPT -46,48%
FOLK -46,35%
OASA -43,60%
TRUK -42,36%
DEFI -42,15%
PPRE -41,74%
INDO -40,78%
GTSI -40,00%
DAAZ -39,80%
MDIA -39,29%
RISE -39,25%
BIPI -38,78%
Menurut pantauan, saham-saham loser ini berasal dari beragam sektor. Namun begitu, ada pola yang menarik. Sektor logistik dan perkapalan dengan perwakilan seperti TRUK dan GTSI tampak sangat tertekan. Selain itu, beberapa saham yang kerap dikaitkan dengan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PSEL) juga banyak muncul dalam daftar merah ini.
Singkatnya, itulah potret buram perdagangan saham pada Maret 2026. Bulan yang mungkin ingin segera dilupakan oleh banyak pelaku pasar.
(Nadya Kurnia)
Artikel Terkait
BFIN Alokasikan Seluruh Saham Treasuri untuk Program MESOP Karyawan
CIMB Niaga Bagikan Dividen Tunai Rp4,07 Triliun pada Mei 2026
Pemegang Saham Setujui Stock Split 1:2 Saham ITSEC Asia
ITSEC Asia Dapat Restu Pemegang Saham untuk Stock Split 1:2