Setelah teronggok vakum selama enam belas tahun, akhirnya Gedung Abdullah Kamil di Padang kembali hidup. Kerusakan parah akibat gempa bumi 2007 dan 2009 sempat membuatnya sepi. Namun Sabtu lalu (24/1), Menteri Kebudayaan Fadli Zon secara resmi mengaktifkan kembali gedung bersejarah itu, lengkap dengan penataan sarana dan prasarananya. Kini, gedung itu siap menjadi ruang ekspresi dan penguatan ekosistem budaya Minangkabau.
Fadli Zon menekankan, tempat ini bukan cuma bangunan tua. Nilai sejarahnya dalam, dan visinya untuk kebangsaan jauh ke depan.
“Gedung Abdullah Kamil ini sudah menjadi suatu kantong kebudayaan sendiri,” ujarnya dalam keterangan tertulis.
“Setelah vakum dua windu, dengan hadirnya Kementerian Kebudayaan kita berharap ada langkah-langkah yang lebih konkret, salah satunya melalui aktivasi penataan sarana dan prasarana.”
Proses restorasi yang makan waktu setahun itu membuahkan hasil. Gedung itu kini siap kembali jadi denyut nadi kegiatan budaya.
“Kita berharap mulai saat ini Gedung Abdullah Kamil dapat menjadi salah satu lonceng kebudayaan yang berbunyi semakin keras,” lanjut Fadli penuh harap.
“Getarannya harus bisa menginspirasi kebudayaan Minangkabau.”
Menurutnya, memajukan kebudayaan adalah perintah konstitusi yang kuat, tertuang jelas dalam UUD 1945. Tugasnya bukan hanya di tingkat nasional, tapi juga di panggung dunia. Apalagi di era globalisasi sekarang, batas jarak dan waktu hampir tak ada artinya.
“Ini adalah perintah konstitusi yang sangat kuat,” tegasnya.
Artikel Terkait
Siklon Luana Menjauh, Jejak Angin Kencang Masih Terasa hingga Jawa Tengah
Bareskrim Geledah Kantor Dana Syariah Indonesia Diduga Pakai Modus Proyek Fiktif
Indonesia Mendekati Target, Kokoh di Peringkat Kedua ASEAN Para Games 2025
Selebgram Lula Lahfah Meninggal di Apartemen, Didahului Malam Berobat