Dua Orang Terluka dalam Insiden Penembakan di Kampus Virginia
Suasana mencekam menyelimuti Universitas Old Dominion di Virginia, Kamis lalu. Tembakan terdengar di salah satu gedung kampus, memicu kepanikan. Menurut pernyataan resmi universitas, pelaku menembak dan melukai dua orang di lokasi kejadian.
Kedua korban langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. Untungnya, respons kepolisian terbilang cepat. Mereka berhasil mengamankan situasi, dan pelaku ditemukan tewas di tempat.
Akibat kejadian ini, seluruh aktivitas perkuliahan untuk hari itu langsung dihentikan. Kampus yang biasanya ramai oleh aktivitas mahasiswa mendadak sunyi, hanya diisi oleh sirene kendaraan darurat.
Sayangnya, insiden seperti ini seolah sudah jadi cerita yang terlalu sering terdengar di Amerika Serikat. Di sisi lain, fakta yang tak terbantahkan adalah jumlah senjata api di negara itu bahkan melebihi jumlah penduduknya. Peraturannya pun terbilang longgar, termasuk untuk membeli senjata dengan kemampuan seperti yang digunakan militer.
Menurut sejumlah saksi, suasana awalnya tampak normal sebelum suara ledakan keras itu mengguncang.
"Kami semua langsung berlindung. Rasanya seperti mimpi buruk," ujar seorang mahasiswa yang enggan disebutkan namanya.
Hingga berita ini diturunkan, kondisi kedua korban masih belum diketahui secara pasti. Investigasi atas motif penembakan masih terus dilakukan oleh pihak berwajib.
Artikel Terkait
Kemendagri Beri Peringatan ke Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud Usai Banjir Aduan soal Mobil Dinas Rp8,5 M dan Renovasi Rumah Rp25 M
KPK Usulkan Capres, Cawapres, dan Calon Kepala Daerah Wajib dari Kader Partai
Komnas HAM: Penanganan Kasus Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS oleh TNI Tidak Transparan
Batalyon A Pelopor Brimob Metro Jaya Gelar Pelatihan Tactical Commander untuk Perkuat Kemampuan Komandan Lapangan