Kenaikan Suku Bunga Acuan BI Pulihkan Kepercayaan Investor, Aliran Modal Asing Kembali Mengalir

- Jumat, 12 Juni 2026 | 09:20 WIB
Kenaikan Suku Bunga Acuan BI Pulihkan Kepercayaan Investor, Aliran Modal Asing Kembali Mengalir

Keputusan Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan secara mengejutkan berhasil memulihkan kepercayaan investor global, yang ditandai dengan kembalinya aliran modal asing ke pasar keuangan domestik. Langkah pengetatan moneter yang terukur ini tidak hanya mendorong penguatan nilai tukar rupiah, tetapi juga menghidupkan kembali gairah investasi di instrumen portofolio jangka pendek milik bank sentral.

Kepala Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, menilai para pemodal internasional memberikan apresiasi positif terhadap bauran kebijakan yang diambil bank sentral. Respons tersebut langsung terlihat dari hasil lelang instrumen portofolio jangka pendek yang digelar pada pekan lalu.

"Pasca kenaikan BI-Rate menjadi 5,50 persen, serta penguatan imbal hasil SRBI dan SBN, investor asing merespons positif penguatan bauran kebijakan tersebut. Hal ini tercermin dari meningkatnya aliran masuk modal asing ke instrumen SRBI pasca lelang SRBI pada 10 Juni 2026. Aliran masuk modal asing juga mulai kembali terjadi di pasar SBN, terutama pada tenor pendek dan menengah," kata Denny dalam keterangan resmi, Jumat (12/6/2026).

Masuknya kembali dana segar dari luar negeri ini menjadi faktor pendorong bagi penguatan nilai tukar rupiah. Setelah sebelumnya tertekan akibat gejolak geopolitik global dan aksi jual besar-besaran, mata uang Garuda kini berhasil menembus level psikologis di bawah Rp18.000 per dolar Amerika Serikat. Penguatan ini mencerminkan respons positif investor terhadap kebijakan BI yang menaikkan suku bunga acuan dan meningkatkan imbal hasil Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) serta Surat Berharga Negara (SBN) tenor jangka pendek.

Sementara itu, BI menegaskan komitmennya untuk terus memantau dinamika pergerakan pasar keuangan, baik di tingkat global maupun domestik. Bank sentral berupaya menjaga daya saing dan daya tarik instrumen investasi Indonesia agar tetap kompetitif dibandingkan negara-negara berkembang lainnya.

Di sisi lain, untuk memastikan tren penguatan nilai tukar rupiah berlangsung secara berkesinambungan dan stabil, BI terus menyiagakan operasi di pasar valuta asing. Denny menegaskan, bank sentral akan mengoptimalkan intervensi berlapis secara konsisten guna meredam potensi volatilitas yang tiba-tiba muncul. Langkah penstabilan ini dieksekusi secara taktis di berbagai lini pasar uang secara simultan.

"Bank Indonesia akan terus mencermati perkembangan pasar keuangan global dan domestik serta menjaga daya tarik instrumen keuangan domestik guna mendukung aliran masuk modal asing. Bank Indonesia juga akan terus mengoptimalkan langkah-langkah stabilisasi nilai tukar rupiah melalui intervensi NDF di pasar offshore serta transaksi spot dan DNDF di pasar domestik secara konsisten dan terukur," katanya.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar