Harga minyak dunia memang lagi naik. Tapi, anehnya, saham-saham sektor migas di Bursa Efek Indonesia malah berbalik melemah pada Selasa (3/3/2026). Padahal, sentimen dari konflik Timur Tengah seharusnya mendorong harga. Rupanya, aksi ambil untung atau profit taking pasca reli tajam sehari sebelumnya jadi penjelasannya. Investor sepertinya memilih untuk mengamankan keuntungan dulu.
Pelemahannya cukup signifikan. PT Radiant Utama Interinsco Tbk (RUIS) jadi yang terpuruk, anjlok 7,74 persen ke level Rp284 per saham. Tak jauh di belakang, saham PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) dan PT Apexindo Pratama Duta Tbk (APEX) juga ikut terperosok, masing-masing turun lebih dari 5 persen.
Di sisi lain, saham-saham besar lain di sektor yang sama juga tak luput dari tekanan jual. PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) dan PT Elnusa Tbk (ELSA) sama-sama tergerus, sementara PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) catatkan penurunan lebih dari 2 persen. Bahkan, saham seperti PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) dan PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) pun ikut terseret meski pelemahannya lebih tipis.
Lantas, apa yang mendorong kenaikan harga minyak itu sendiri? Jawabannya tetap sama: ketegangan di Timur Tengah yang belum reda. Pada sesi pagi Asia hari itu, harga minyak masih menguat karena risiko gangguan pasokan energi global masih dianggap tinggi. Menurut sejumlah saksi, situasinya memang cukup mencekam.
Kerstin Hottner, Kepala Komoditas Vontobel, memberikan analisisnya.
Artikel Terkait
Direktur Utama Dharma Polimetal Mundur Setelah 36 Tahun Bekerja
ADRO Siapkan Rp4 Triliun dari Kas Internal untuk Buyback Saham
Wall Street Dibayangi Inflasi dan Gejolak Minyak, Pasar Terbelah
ELPI Bagikan Dividen Rp126 Miliar untuk Tahun Buku 2025