Persiapan Mudik Lebaran 2026: Ban Tepat Jadi Kunci Hemat Daya Mobil Listrik

- Jumat, 13 Maret 2026 | 00:00 WIB
Persiapan Mudik Lebaran 2026: Ban Tepat Jadi Kunci Hemat Daya Mobil Listrik

Jakarta bakal sepi. Itu prediksi untuk puncak mudik Lebaran 2026 nanti, tepatnya pada 18 Maret. Bayangkan saja, sekitar 3,6 juta kendaraan diperkirakan akan mengalir keluar dari Jabodetabek. Bagi para pemilik mobil listrik, arus mudik tahun ini jelas bukan perjalanan biasa. Tantangannya nyata: jalur Trans Jawa yang padat dan rentan macet menuntut perhatian ekstra soal efisiensi energi. Yang dipikirkan bukan cuma sampai tujuan, tapi bagaimana memastikan daya baterai cukup sampai di sana.

Nah, soal efisiensi ini ternyata bukan sekadar urusan mencari SPKLU. Menurut PT Hankook Tire Sales Indonesia Tbk (HTSI), kondisi komponen kendaraan punya peran besar. Dan salah satu yang paling krusial? Pemilihan ban yang tepat.

Bobot Ekstra dan Torsi yang 'Nendang': Kenapa Ban EV Berbeda

Coba bayangkan. Mobil listrik punya baterai yang berat plus torsi instan yang langsung terasa saat pedal gas diinjak. Bobotnya secara alami lebih besar ketimbang mobil berbahan bakar minyak. Saat mudik, beban itu bertambah lagi dengan penumpang dan barang bawaan. Kombinasi ini memberi tekanan luar biasa pada ban selama perjalanan panjang.

Masalah muncul jika ban yang dipasang masih ban konvensional. Ban biasa tidak dirancang untuk menanggung karakteristik khusus EV. Alhasil, rolling resistance atau hambatan gulirnya jadi tinggi. Mobil listrik pun harus bekerja lebih keras untuk memutar roda, yang ujung-ujungnya menguras energi baterai lebih cepat. Situasi ini makin parah di kondisi jalan padat dengan ritme stop-and-go yang sering.

Apriyanto Yuwono, National Sales Manager Passenger Car Radial HTSI, mengonfirmasi hal ini.

"Ban yang tidak tepat bisa menguras energi baterai. Tandanya bisa dilihat dari efisiensi baterai yang turun drastis, atau suara ban yang terdengar lebih bising. Itu artinya hambatan gulirnya sudah tidak optimal," jelasnya.

Dia menambahkan, beralih ke ban yang didesain khusus untuk mobil listrik, seperti seri iON ST AS yang dibuat untuk perjalanan jauh, bisa jadi investasi yang cerdas. Selain untuk keamanan, juga untuk kenyamanan seluruh keluarga di perjalanan.

Beberapa Tips Mudik Lebih Lancar

Lalu, apa saja yang perlu dipersiapkan? Beberapa langkah ini mungkin bisa membantu.

Pertama, periksa kondisi ban Anda. Lakukan inspeksi visual dua sampai tiga minggu sebelum berangkat. Jika ada tanda-tanda keausan atau performa baterai terasa boros belakangan ini, saatnya pertimbangkan untuk ganti. Memasang ban khusus EV sebelum mudik adalah langkah strategis untuk menghemat daya.

Kedua, pilih ban yang memang dibuat untuk mobil listrik. Menggunakan ban konvensional pada EV cenderung sia-sia karena energinya banyak terbuang. Apalagi saat melaju kencang di tol, konsumsi energi bisa melonjak. Teknologi seperti Opti Cure pada ban iON ST AS diklaim bisa menekan hambatan gulir, sehingga jarak tempuh lebih optimal dan efisiensi energi terjaga.

Ketiga, jangan remehkan tekanan angin dan pembagian beban. Pastikan tekanan angin sesuai rekomendasi untuk kendaraan Anda, dengan mempertimbangkan muatan penuh. Teknologi Round Even pada ban tertentu membantu distribusi tekanan lebih merata, mengurangi keausan tidak rata meski bagasi penuh.

Terakhir, pikirkan juga kenyamanan selama di kabin. Macet berjam-jam sudah cukup bikin stres. Karena mobil listrik senyap, suara bising dari jalan justru lebih mudah terdengar. Fitur peredam suara seperti i Sound Absorber Technology bertugas menahan kebisingan itu, agar suasana di dalam mobil tetap tenang sepanjang perjalanan.

Intinya, persiapan yang matang khususnya soal ban bisa membuat perbedaan yang signifikan. Mudik dengan mobil listrik seharusnya tak perlu diributkan dengan kecemasan daya tersisa, melainkan dinikmati sebagai bagian dari momen pulang kampung yang menyenangkan.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar