PT Phapros Tbk (PEHA) memutuskan untuk membagikan dividen tunai sebesar 15 persen dari laba bersih tahun buku 2025, sementara sisa keuntungan akan dialokasikan sebagai dana cadangan untuk belanja modal guna memenuhi kepatuhan perusahaan. Keputusan ini disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan yang digelar di Jakarta pada Kamis, 11 Juni 2026.
Direktur Utama PT Phapros Tbk, Intan Abdams Katoppo, menyatakan bahwa langkah ini merupakan bentuk apresiasi perusahaan terhadap loyalitas investor. Menurutnya, keputusan tersebut juga mencerminkan kondisi keuangan yang stabil serta arus kas yang positif. "Ini merupakan wujud apresiasi perusahaan terhadap loyalitas investor PEHA dan menunjukkan kondisi keuangan yang stabil dan arus kas yang positif," ujarnya dalam Paparan Publik Phapros di Jakarta, Kamis, 11 Juni 2026.
Phapros berkomitmen untuk terus memberikan nilai tambah bagi para pemegang saham, termasuk melalui pembagian dividen. Hal ini, menurut manajemen, mencerminkan kinerja keuangan yang solid dan sehat serta fundamental bisnis yang kuat. Perseroan dinilai berada pada jalur yang tepat untuk menjaga keberlanjutan profitabilitas. "Untuk itu, kami optimistis perseroan akan kembali memberikan nilai tambah bagi pemegang saham pada tahun-tahun berikutnya," tambah Intan.
Sementara itu, dari sisi kinerja keuangan, Phapros berhasil mencetak laba bersih sebesar Rp27,4 miliar pada tahun 2025. Angka ini tumbuh 109 persen jika dibandingkan dengan tahun 2024 yang mencatatkan kerugian Rp290,6 miliar. Pencapaian tersebut didorong oleh pertumbuhan penjualan hingga dua digit dan keberhasilan strategi efisiensi operasional.
Berdasarkan laporan keuangan auditan yang telah dipublikasikan, penjualan Phapros pada tahun 2025 mencapai Rp940,88 miliar, naik 26,34 persen secara tahunan. Kenaikan terjadi di seluruh segmen produk. Segmen obat bebas tanpa resep dokter (over the counter/OTC) melonjak 43,20 persen, segmen obat generik berlogo (OGB) tumbuh 13,95 persen, dan segmen ethical melesat hingga 55 persen secara tahunan.
Di sisi lain, perusahaan juga berhasil menekan biaya produksi atau beban pokok penjualan (COGS) sebesar 5,41 persen menjadi Rp448,37 miliar, dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp474,03 miliar. "Performa apik ini makin diperkuat dengan kemampuan perseroan dalam menekan beban usaha yang berhasil diturunkan sebesar 14,64 persen menjadi Rp406,43 miliar pada 2025 dibandingkan dengan Rp476,12 pada tahun 2024," jelas Intan.
Strategi restrukturisasi biaya sepanjang tahun 2025 terbukti berhasil dalam melakukan efisiensi produksi. Rasio COGS terhadap penjualan pada 2025 turun signifikan menjadi 47,65 persen, dibandingkan tahun 2024 yang sebesar 63,65 persen. "Rendahnya rasio COGS terhadap penjualan menandakan bahwa proses produksi berjalan sangat efisien dan margin laba kotor yang lebih besar," tuturnya.
Pencapaian positif lainnya adalah keberhasilan memangkas kewajiban (liabilitas) pada tahun 2025 menjadi Rp959,70 miliar, turun 7,45 persen secara tahunan dibandingkan tahun 2024 yang sebesar Rp1.036,92 miliar. Penurunan ini mendorong peningkatan ekuitas pada tahun 2025 menjadi Rp427,47 miliar, naik 8,74 persen dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp393,12 miliar. Pertumbuhan ekuitas ini menandakan bahwa perusahaan semakin bernilai bagi pemilik atau pemegang saham.
Tak hanya dari sisi profitabilitas, Phapros juga mampu menjaga arus kas dengan baik. Arus kas bersih dari aktivitas operasi perusahaan tercatat positif sebesar Rp123,757 miliar, dengan saldo kas pada 31 Desember 2025 mencapai Rp120,98 miliar, naik 31,49 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp92 miliar. "Parameter-parameter positif yang telah diukir sepanjang tahun buku 2025 ini menjadi semangat baru bagi manajemen untuk membuktikan bahwa Phapros dapat terus tumbuh dan memenuhi harapan shareholders secara berkelanjutan," pungkas Intan.
Artikel Terkait
Wall Street Menguat di Tengah Data Inflasi Produsen yang Beragam
UVCR Siapkan Buyback Saham Rp1,5 Miliar untuk Program Kepemilikan Karyawan
Intiland Alokasikan Seluruh Laba 2025 untuk Perkuat Modal, Tak Bagi Dividen
PT Sinar Terang Mandiri Tbk Optimalkan Kontrak Multiyears dan Diversifikasi Komoditas untuk Jaga Pertumbuhan di Tengah Tekanan Sentralisasi Ekspor