“Tugas kita bukan hanya memajukan kebudayaan di tengah peradaban Indonesia, tetapi di tengah peradaban dunia.”
Di sisi lain, Fadli juga menyoroti pentingnya membangun ekosistem yang berkelanjutan. Mulai dari tradisi yang mengakar sampai bentuk-bentuk kontemporer, mencakup seni pertunjukan, sastra, musik, film, bahkan kuliner. Baginya, budaya adalah soft power sekaligus peluang ekonomi yang luar biasa besarnya.
“Kita harus menciptakan Indonesian Wave,” katanya dengan semangat.
“Seperti Hollywood, Bollywood, dan Korean Wave. Kekuatan kita luar biasa karena tidak ada negara dengan keberagaman budaya sehebat Indonesia.”
Untuk mewujudkan itu, Kementerian Kebudayaan mendorong kolaborasi luas. Pemerintah daerah, kampus seni, swasta, BUMN, sampai filantropis diajak kerja sama. Skemanya beragam, dari kemitraan publik-swasta hingga naming rights, demi keberlanjutan pengelolaan fasilitas budaya.
Harapannya, Gedung Abdullah Kamil bisa tumbuh jadi pusat kegiatan budaya yang berdenyut. Melengkapi taman budaya, museum, dan cagar budaya lain di Sumatera Barat. Bahkan, suatu saat nanti gedung ini berpotensi ditetapkan sebagai cagar budaya.
“Budaya Minangkabau adalah budaya yang kuat dan panjang tradisinya,” tutup Fadli.
“Tugas kita adalah memastikan keberlanjutannya dengan menciptakan ekosistem kebudayaan yang hidup.”
Acara peresmian itu sendiri dihadiri banyak tokoh. Wali Kota Padang Fadly Amran hadir, begitu pula Kepala Dinas Kebudayaan Sumbar Syaiful Bahri. Dari Yayasan Genta Budaya ada Weno Aulia Durin. Dunia akademisi diwakili Prof. Fasli Jalal, sementara maestro sastra Taufik Ismail juga hadir memberi warna. Tak ketinggalan jajaran direksi PT Semen Padang. Dari Jakarta, hadir para direktur Kementerian Kebudayaan seperti Feri Arlius dan Yayuk Sri Budi Rahayu.
Artikel Terkait
Bamsoet Usulkan Empat Jalan Konstitusional untuk Haluan Negara
Banjir Bandang Hancurkan Kolam Air Panas dan Tiga Jembatan di Wisata Guci
Malam Mencekam di Purbalingga: Kayu Gelondongan Raksasa Hantam Rumah Warga
Bareskrim Geledah Kantor PT Dana Syariah Indonesia, Ungkap Modus Proyek Fiktif