Di sebuah pondok pesantren di Serang, Banten, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto menyuarakan hal yang ia anggap krusial. Ia mendesak semua pihak untuk serius memperbarui Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Tanpa data yang mutakhir, menurutnya, fondasi perencanaan pembangunan dan penyaluran bantuan pemerintah bisa goyah.
"Ini kata kuncinya, biar bantuan tepat sasaran," tegas Yandri dalam Sosialisasi DTSEN, Kamis lalu.
Ia melanjutkan, "Membangun desa, pemberdayaan, semuanya butuh ketepatan. Soalnya data ini dinamis banget. Ada yang meninggal, ada yang lahir. Ada yang miskin, ada yang udah nggak miskin lagi."
Menurutnya, kolaborasi antara Kementeriannya dengan Kemensos bukan sekadar wacana. Ini adalah langkah konkret untuk menanggulangi kemiskinan ekstrem. Tujuannya jelas: memastikan data penerima bantuan itu valid dan pemberdayaan masyarakat desa berjalan efektif. Sinergi, baginya, adalah keharusan.
"Alhamdulillah kami dari Kemendes bersama Kemensos berkolaborasi untuk program prioritas Bapak Presiden. Kolaborasi itu perlu. Nggak mungkin kita jalan sendiri-sendiri. Kalau sendiri, berat. Termasuk urusan datanya," ujar Menteri asal Bengkulu Selatan itu.
Artikel Terkait
Polres Metro Tangerang Kota Sediakan Layanan Titip Kendaraan Gratis untuk Pemudik
KARA Raih Tiga Penghargaan Nilai Pelanggan dari Survei Konsumen di Enam Kota
Kapolda Riau Dianugerahi Maklumat Hari Ekosistem Atas Komitmen Green Policing
Krisis Timur Tengah Picu Ancaman dan Peluang bagi Ekonomi Indonesia