Di sebuah pondok pesantren di Serang, Banten, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto menyuarakan hal yang ia anggap krusial. Ia mendesak semua pihak untuk serius memperbarui Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Tanpa data yang mutakhir, menurutnya, fondasi perencanaan pembangunan dan penyaluran bantuan pemerintah bisa goyah.
"Ini kata kuncinya, biar bantuan tepat sasaran," tegas Yandri dalam Sosialisasi DTSEN, Kamis lalu.
Ia melanjutkan, "Membangun desa, pemberdayaan, semuanya butuh ketepatan. Soalnya data ini dinamis banget. Ada yang meninggal, ada yang lahir. Ada yang miskin, ada yang udah nggak miskin lagi."
Menurutnya, kolaborasi antara Kementeriannya dengan Kemensos bukan sekadar wacana. Ini adalah langkah konkret untuk menanggulangi kemiskinan ekstrem. Tujuannya jelas: memastikan data penerima bantuan itu valid dan pemberdayaan masyarakat desa berjalan efektif. Sinergi, baginya, adalah keharusan.
"Alhamdulillah kami dari Kemendes bersama Kemensos berkolaborasi untuk program prioritas Bapak Presiden. Kolaborasi itu perlu. Nggak mungkin kita jalan sendiri-sendiri. Kalau sendiri, berat. Termasuk urusan datanya," ujar Menteri asal Bengkulu Selatan itu.
Di sisi lain, Yandri mengingatkan soal risiko data yang berantakan. Bayangkan, orang yang seharusnya dapat bantuan malah terlewat. Sementara yang sebenarnya mampu justru menerima. Itulah mengapa DTSEN hadir sebagai solusi, terutama untuk menjangkau warga di pelosok desa sekalipun.
Landasan hukumnya sudah kuat. Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2025 mewajibkan DTSEN jadi acuan data tunggal untuk semua kementerian, lembaga, dan daerah. Harapannya, perbedaan data antar instansi bisa dihilangkan.
"Alhamdulillah Presiden Prabowo menerbitkan Inpres itu. Insyaallah, akurasi datanya bisa dipertanggungjawabkan dan divalidasi," pungkas Yandri.
Acara sosialisasi itu sendiri dihadiri oleh sejumlah tokoh. Menteri Sosial Saifullah Yusuf dan Bupati Serang Ratu Rachmatu Zakiyah tampak hadir. Turut hadir pula para pimpinan dari Kemendes PDT, Kemensos, serta perangkat daerah setempat.
Artikel Terkait
Tabrakan KRL dan Kereta Argo Bromo di Bekasi Timur, Kapolda Metro Jaya Turun Langsung ke Lokasi
Tiga Atlet Tembus Batas Dua Jam di London Marathon, Cetak Rekor Dunia Baru
KNKT Dilibatkan Usut Tabrakan KA Argo Bromo dan KRL di Bekasi Timur
Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Bekasi: 71 Luka, 4 Tewas