Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah tidak memberikan keuntungan politik bagi penguasa. Pernyataan itu ia sampaikan dalam dialog dengan mahasiswa dari berbagai Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) di seluruh Indonesia.
Dalam kesempatan tersebut, Amran secara terbuka mempertanyakan logika politik di balik program yang menyasar anak-anak sekolah dan ibu hamil. Ia menekankan bahwa kelompok sasaran tersebut tidak akan menjadi pemilih dalam waktu dekat.
“Tahu nggak, kalau MBG secara politik tidak menguntungkan pemerintah, kenapa anak SD diberi makan, orang hamil, 2029 baru tiga tahun umurnya, tidak mungkin jadi pemilih pemilu,” ujar Amran.
Meski demikian, menteri yang akrab disapa Amran itu menegaskan bahwa program ini tidak bisa dipandang semata-mata dari sisi elektoral. Menurutnya, MBG memiliki dimensi ekonomi yang lebih luas, terutama dalam menyerap hasil produksi petani.
“Jangan lihat dia berdiri sendiri. Dia penggerak ekonomi off takernya, perhatikan baik-baik, off takernya 160 juta petani Indonesia,” jelasnya.
Amran juga menyoroti visi jangka panjang Presiden Prabowo dalam merancang program tersebut. Ia mengklaim bahwa kepala negara berpikir hingga seribu tahun ke depan, bukan sekadar kepentingan politik sesaat.
“Tapi bapak nggak, ingin ini 1.000 tahun Indonesia, anaknya cerdas, tinggi-tinggi,” ujar Amran.
Program Makan Bergizi Gratis sendiri dirancang untuk meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia sekaligus menjadi penggerak ekonomi kerakyatan. Melalui skema ini, pemerintah berharap hasil panen petani dapat terserap secara langsung untuk memenuhi kebutuhan pangan program tersebut.
Artikel Terkait
Kekeringan di Cibarusah, Bekasi: 160 KK Kesulitan Air Bersih
Mengapa Sumatera Barat Berbeda: Analisis Kemenangan Anies di Ranah Minang
Pemerintah Alokasikan 80 Persen Beasiswa LPDP untuk Bidang STEM dan Industri Strategis Mulai 2026
All-Stars Kudus Juara MilkLife Soccer Challenge 2026, Enam Pemain Berbagi Gelar Top Skor