Pertamina NRE Raup Dividen Setelah Akuisisi 20% Saham Perusahaan Energi Filipina

- Sabtu, 27 Juni 2026 | 22:15 WIB
Pertamina NRE Raup Dividen Setelah Akuisisi 20% Saham Perusahaan Energi Filipina

Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) mulai menuai hasil dari investasi strategisnya di Filipina. Setelah mengakuisisi 20 persen saham Citicore Renewable Energy Corporation (CREC) pada Juni 2025, perusahaan pelat merah itu telah menerima dividen seiring peningkatan kinerja dan harga saham CREC.

Hingga triwulan II-2026, kapitalisasi pasar CREC melonjak dari sekitar USD600 juta menjadi mendekati USD900 juta, atau tumbuh hampir 50 persen dibandingkan saat Pertamina NRE masuk sebagai investor strategis tahun lalu. Peningkatan ini mencerminkan prospek bisnis energi terbarukan yang semakin cerah sekaligus menegaskan keputusan investasi yang tepat, baik dari aspek keekonomian maupun tata kelola.

Corporate Secretary Pertamina NRE, Sri Nur Hidayati, mengatakan pencapaian itu membuktikan strategi investasi anorganik perseroan mampu menghasilkan imbal hasil yang baik dan memperkuat posisi di sektor energi bersih regional. "Pembagian dividen dari CREC dalam kurun waktu setahun menjadi bukti bahwa investasi yang kami lakukan tidak hanya memiliki prospek pertumbuhan jangka panjang, tetapi juga telah memberikan manfaat finansial yang nyata. Keberhasilan ini semakin memperkuat komitmen Pertamina NRE dalam mengembangkan portofolio investasi yang sehat, produktif, dan berkelanjutan," ujar Sri dalam keterangan tertulis, Sabtu (27/6/2026).

Selain kontribusi keuangan, investasi di CREC memperkuat portofolio energi terbarukan Pertamina NRE di Asia Tenggara. CREC saat ini memiliki kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) lebih dari 1.200 MWdc, menjadikannya salah satu pengembang energi surya terbesar di Filipina. Pertamina NRE juga terus memonitor eksekusi strategi jangka pendek dan panjang CREC untuk memastikan optimalisasi penciptaan nilai.

Direktur CREC yang mewakili Pertamina NRE, Eri Reksoprojo, menyebut kolaborasi ini sebagai investasi yang saling menguntungkan dan strategis. "Perolehan dividen dan capaian ROI 43,4 persen yang menggembirakan ini merupakan cerminan dari sebuah inisiatif investasi yang dilakukan secara disiplin, akuntabel, dan mengedepankan tata kelola sekaligus mengutamakan fundamental bisnis yang baik untuk menjamin nilai tambah bagi seluruh pemegang saham," tutur Eri. Ia menambahkan, kehadiran Pertamina NRE sebagai investor diharapkan mendorong perluasan kerja sama, termasuk potensi memperkuat posisi tawar dalam mendapatkan peluang investasi unggulan lain di masa depan.

Ke depan, Pertamina NRE akan terus memperkuat strategi investasi yang berorientasi pada penciptaan nilai, baik melalui peningkatan return investasi maupun penguatan kapabilitas bisnis energi bersih.

Dukungan juga datang dari Danantara Investment Management. Chief Investment Officer Danantara, Pandu Patria Sjahrir, menilai investasi tersebut tidak hanya menghasilkan value creation, tetapi juga memiliki nilai strategis jangka panjang dalam memperkuat kerja sama energi bersih di kawasan. "Karena ini bukan hanya sekedar value creation tetapi secara jangka panjang ada nilai strategis dalam bentuk potensi cross selling di antara kedua negara tetangga dan bagian dari ASEAN seperti ekspor produk panel surya/solar PV produksi anak perusahaan PNRE, transfer teknologi dan penempatan tenaga kerja Indonesia di industri energi terbarukan yang berkembang baik di Filipina," kata Pandu.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags