Helikopter Polisi Ungkap Gudang Kayu Ilegal di Pedalaman Riau

- Kamis, 11 Desember 2025 | 08:30 WIB
Helikopter Polisi Ungkap Gudang Kayu Ilegal di Pedalaman Riau

Polisi berhasil membongkar praktik penebangan liar di kawasan perbatasan Indragiri Hulu, Riau. Ratusan kubik kayu olahan berhasil diamankan dari tangan-tangan tak bertanggung jawab.

Kalau dilihat dari udara, pemandangannya cukup mencolok. Tumpukan kayu itu tersusun rapi, dibagi dalam beberapa blok di sepanjang tepi kanal. Susunannya teratur banget, seolah-olah siap untuk dihanyutkan ke hilir kapan saja. Ini jelas bukan kerjaan sembarangan.

Menurut Kapolres Inhu, AKBP Fahrian Saleh Siregar, pengungkapan kasus ini terjadi pada Jumat lalu. Barang buktinya berupa kayu olahan jenis papan dan broti.

"Total volumenya mencapai 300 kubik. Semuanya kami amankan sebagai barang bukti," jelas Fahrian, Rabu (10/12).

Sayangnya, meski kayunya berhasil diamankan, pelaku utamanya justru menghilang. Lokasi penimbunan itu sepi ketika tim gabungan tiba.

"Pelakunya tidak kami temukan di tempat. Penyidikan masih kami lanjutkan untuk mengusutnya," tambahnya.

Fahrian menegaskan, operasi ini bagian dari komitmen Polres Inhu menjaga kelestarian hutan. Ini sejalan dengan program 'Green Policing' yang digaungkan Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan.

Lalu, bagaimana ceritanya sampai praktik ini terbongkar? Awalnya justru dari langit.

Kasat Reskrim Polres Inhu, AKP Arthur Joshua Toreh, membeberkan kronologinya. Wakapolda Riau, Brigjen Adrianto Jossy Kusumo, kebetulan melintas di wilayah Inhu menggunakan helikopter. Dari ketinggian, tumpukan kayu yang mencurigakan itu terlihat jelas.

Pilot pun merekamnya dan mencatat titik koordinatnya. Temuan ini kemudian diteruskan ke Kapolres Inhu untuk ditindaklanjuti.

Tak menunggu lama, esok harinya tim gabungan yang melibatkan Satreskrim dari dua polres, UPT KPH, dan personel perusahaan berangkat. Mereka menyusuri Sungai Gaung Kanan menggunakan sembilan pompong kecil. Perjalanan panjang itu memakan waktu lebih dari 12 jam.

"Kami sampai di lokasi sekitar pukul setengah tujuh malam. Dan benar, ada tumpukan kayu sekitar 300 kubik persis seperti dalam rekaman," ujar Arthur.

Lokasinya sepi. Tidak ada satu pun pekerja atau penduduk yang terlihat. Tapi jejak kehadiran manusia jelas ada.

"Selain kayu, kami juga menemukan tunggul bekas tebangan dan sebuah pondok kerja," lanjutnya.

Karena hari sudah gelap, tim memutuskan untuk bermalam di pondok itu. Baru keesokan paginya, Jumat (5/12), mereka memulai perjalanan pulang. Sementara itu, barang bukti kayu tetap dijaga ketat di lokasi menunggu proses lebih lanjut.

Operasi ini membuktikan bahwa meski dilakukan di lokasi terpencil, praktik ilegal tetap bisa terendus. Apalagi dengan pengawasan dari udara yang ternyata cukup efektif.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar