Seorang perempuan muda asal Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, dilaporkan hilang setelah dijemput oleh seorang pria misterius menggunakan sepeda motor, dan hingga lima hari kemudian tidak diketahui kabar beritanya. Femi Fatimah Azzahra (21), warga Desa Ciawigebang, Kecamatan Ciawigebang, terakhir terlihat pada Kamis, 30 April 2026, saat meninggalkan rumah dengan hanya membawa helm tanpa mengendarai motornya sendiri. Peristiwa itu langsung menimbulkan kekhawatiran mendalam di pihak keluarga, terutama sang ibu, Agustina (65), yang hingga kini tidak mengetahui identitas orang yang menjemput putrinya.
Agustina menuturkan bahwa Femi pamit pergi setelah dijemput di depan gang rumah. Ia mengaku tidak mengenali siapa pria yang membawa anaknya pergi. “Dari hari Kamis belum pulang. Setelah dijemput menggunakan motor. Kebetulan kan rumah saya kan di dalam gang. Cuma sewaktu pagi dia bawa helm. Yang jemput siapanya saya enggak tahu. Dia bawa helm, padahal dia ada motor tapi nggak dibawa, cuma bawa helm aja dari rumah,” ujarnya kepada awak media pada Selasa, 5 Mei 2026.
Sejak saat itu, seluruh upaya komunikasi yang dilakukan keluarga tidak membuahkan hasil. Pesan singkat dan panggilan telepon yang dikirimkan kepada Femi sama sekali tidak mendapat respons. Kondisi ini dinilai tidak biasa oleh sang ibu, karena meskipun Femi kerap tidak pulang, ia biasanya masih bisa dihubungi. “Sudah lima hari ini. Biasanya memang suka sering nggak pulang, tapi kalau di WA atau ditelepon ada jawabannya. Ini mah sama sekali nggak. Di WA nggak dibales, ditelpon gak dijawab,” tutur Agustina.
Menurut keterangan keluarga, Femi memiliki ciri fisik tinggi sekitar 160 sentimeter, berat badan 63 kilogram, rambut lurus, dan kulit putih bersih. Saat terakhir meninggalkan rumah, ia mengenakan kaus hitam dan celana panjang berwarna cokelat. Kekhawatiran yang terus membayangi membuat Agustina akhirnya melaporkan kasus ini ke Polsek Ciawigebang.
“Ya tentu cemaslah sambil menunggu dia datang. Anaknya sih ceria, rambutnya lurus kulitnya bersih. Kalau di rumah mungkin karena kami tinggal berdua, kadang ngobrol,” ujar Agustina, menggambarkan kesehariannya bersama sang putri yang kini hilang tanpa jejak.
Artikel Terkait
Borneo FC Samai Poin Persib di Puncak Klasemen Usai Bungkam Persita 2-0
Penjual Kacamata Keliling di Bali Wujudkan Impian Naik Haji Setelah Menabung 20 Tahun
Menteri Lingkungan Hidup Akan Jadikan Program Green Policing Riau sebagai Kebijakan Nasional
Baku Hantam Ojol dengan Debt Collector di Depok Berakhir Damai, Polisi Ingatkan Prosedur Penarikan Kendaraan