Identitas 2 Kerangka di Gedung Kwitang Terungkap, Diduga Farhan dan Reno

- Sabtu, 08 November 2025 | 09:35 WIB
Identitas 2 Kerangka di Gedung Kwitang Terungkap, Diduga Farhan dan Reno

Ketua Umum PP Hikmahbudhi, Candra Aditiya, memberikan apresiasi tinggi kepada Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri beserta jajarannya. Apresiasi ini diberikan atas keberhasilan mengidentifikasi dua kerangka manusia di Gedung Kwitang, Jakarta Pusat, yang terbakar saat kerusuhan pada Agustus lalu. Candra menilai langkah Polda Metro Jaya ini menunjukkan keseriusan dalam penyelidikan dan komitmen untuk mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan.

"Saya mengapresiasi kepada Kapolda Metro Jaya atas keberhasilan dalam mengungkap dua kerangka manusia yang ditemukan di kawasan Kwitang, Jakarta Pusat," tegas Candra dalam pernyataannya kepada wartawan, Jumat (7/11/2025).

Lebih lanjut, Candra menyebut Irjen Asep Edi Suheri bersikap humanis dalam menangani kasus temuan kerangka di Kwitang ini. Menurutnya, terungkapnya identitas kedua korban merupakan bukti nyata keseriusan Kapolda dalam menegakkan keadilan dan memberikan kepastian hukum.

"Pengungkapan dua kerangka di Kwitang menunjukkan keseriusan Bapak Kapolda dalam menegakkan keadilan, baik untuk kepastian hukum maupun nilai-nilai kemanusiaan," ungkapnya.

Proses identifikasi kerangka manusia tersebut telah dilakukan oleh RS Polri Kramat Jati. Berdasarkan hasil identifikasi, kedua korban diketahui adalah Muhammad Farhan Hamid dan Reno Syahputeradewo.

Setelah berhasil diidentifikasi, jenazah Farhan dan Reno telah diserahkan oleh RS Polri kepada keluarga masing-masing. Proses penyerahan ini dipimpin langsung oleh Kepala RS Polri Kramat Jati, Brigjen Prima Heru, bersama Wadirreskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Putu Kholis Aryana.

Temuan dua kerangka manusia ini bermula ketika para pekerja yang hendak merenovasi gedung yang pernah terbakar di Kwitang, Jakarta Pusat, dikejutkan oleh penemuan tersebut pada Kamis (30/10). Kedua korban ditemukan dalam kondisi tertimbun plafon gedung yang menjadi lokasi kebakaran saat kerusuhan akhir Agustus lalu.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar