Riyadh memberikan kehormatan tertinggi kepada Megawati Soekarnoputri. Di ibu kota Arab Saudi itu, Presiden kelima Indonesia itu menerima gelar Doktor Kehormatan atau Honoris Causa dari Princess Nourah bint Abdulrahman University (PNU), Senin lalu.
Ini bukan gelar kehormatan pertama baginya. Tapi yang kesebelas, ditambah tiga gelar profesor kehormatan dari berbagai kampus ternama dunia.
Acara penganugerahan berlangsung khidmat. Pelaksana Tugas Rektor PNU, Fawziyah bint Suliman Al Amro, dalam pidatonya menyoroti peran strategis Megawati di panggung global. Dia disebut sebagai pionir kepemimpinan perempuan.
Fawziyah membuka sambutan dengan sebuah reflepsi. Menurutnya, jarak ribuan kilometer antara Riyadh dan Jakarta bukanlah penghalang.
"Meskipun ribuan kilometer memisahkan Riyadh dan Jakarta, ilmu pengetahuan menjembatani jarak dan visi bersama menyatukan bangsa-bangsa," ujar Fawziyah.
Dia menegaskan, PNU yang dikenal sebagai universitas wanita terbesar di dunia, merasa bangga bisa memberikan penghargaan ini. Gelar ini, kata dia, adalah bentuk pengakuan tulus atas sejarah yang diukir Megawati sebagai presiden wanita pertama Indonesia.
"Universitas dengan bangga menganugerahkan gelar doktor kehormatan kepada Yang Mulia sebagai pengakuan atas kepemimpinan perintisnya sebagai wanita pertama yang memimpin bangsanya, dan kontribusinya yang abadi terhadap pelayanan publik dan pembangunan berkelanjutan," jelasnya.
Di sisi lain, pemberian gelar ini punya makna mendalam bagi PNU sendiri. Fawziyah menilai, hal ini selaras dengan transformasi besar yang sedang digalakkan Arab Saudi.
"Dengan menghormati seorang pemimpin perempuan bersejarah, Universitas Putri Nourah bint Abdulrahman menegaskan kembali misinya untuk memberdayakan perempuan, merayakan kepemimpinan transformatif, dan memajukan nilai-nilai akademik global yang selaras dengan Visi Saudi 2030," ulasnya.
Nuansa diplomatik juga terasa kuat dalam kunjungan ini. Rektor PNU menyambut hangat delegasi Indonesia dan menyebut momen ini sebagai cerminan hubungan bilateral yang kuat antara kedua negara.
"Kunjungan ini mencerminkan kekuatan hubungan Saudi-Indonesia dan komitmen bersama kita terhadap masa depan yang dibentuk oleh pengetahuan. Kami mengucapkan selamat kepada Yang Mulia atas penghargaan yang layak ini," pungkas Fawziyah.
Jadi, gelar itu bukan sekadar penghargaan akademis belaka. Lebih dari itu, ia menjadi simbol pengakuan internasional dan penguatan tali persahabatan yang sudah lama terjalin.
Artikel Terkait
Puluhan Dapur Makan Bergizi Gratis di Jombang Berhenti Beroperasi Akibat Dana Operasional dari BGN Mandek
Timnas Indonesia Tutup FIFA Matchday Juni 2026 dengan Kemenangan Sempurna, Taklukkan Mozambik 1-0
WNA Singapura Ditemukan Tewas di Apartemen Batam Center, Polisi Selidiki Penyebab Kematian
Timnas Putri Indonesia Ditahan Imbang Kamboja di Laga Penutup FIFA Matchday