Bapanas Perkuat Cadangan Pangan Antisipasi Godzilla El Nino 2026

- Kamis, 26 Maret 2026 | 12:50 WIB
Bapanas Perkuat Cadangan Pangan Antisipasi Godzilla El Nino 2026

Mulai April 2026, Indonesia diprediksi bakal menghadapi fenomena iklim yang cukup serius. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyebut, Godzilla El Nino dan Indian Ocean Dipole (IOD) akan muncul secara bersamaan. Dampaknya? Musim kemarau diperkirakan bakal lebih panjang dan lebih kering. Hal ini tentu jadi ancaman nyata bagi sektor pertanian nasional.

Menyikapi prediksi itu, pemerintah lewat Badan Pangan Nasional (Bapanas) sudah mulai mengambil ancang-ancang. Fokusnya adalah memperkuat ketahanan stok Cadangan Pangan Pemerintah (CPP).

“Adanya prediksi Godzilla El Nino telah menjadi perhatian pemerintah. Kami di Bapanas sesuai arahan Kepala Bapanas Bapak Andi Amran Sulaiman, memastikan ketahanan stok CPP terus diperkuat agar nanti saat diperlukan, bisa segera disalurkan untuk membantu masyarakat,”

Demikian penjelasan I Gusti Ketut Astawa, Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, dalam keterangan resminya pada Kamis (26/3/2026).

Lalu, bagaimana kondisi stok pangan saat ini? Per 25 Maret 2026, stok pangan pokok strategis yang dikelola Perum Bulog dan ID FOOD disebut dalam kondisi memadai. Beras masih mendominasi cadangan, diikuti jagung, minyak goreng, gula, hingga daging dan telur ayam.

Rinciannya, stok beras CPP di Bulog mencapai 4,08 juta ton. Angka ini melonjak 77,8 persen dibanding akhir Maret tahun lalu yang hanya 2,29 juta ton. Menariknya, sebagian besar berasal dari produksi dalam negeri. Sejak awal tahun, penyerapan setara beras sudah tembus 1,24 juta ton.

Untuk jagung, stoknya sekitar 144 ribu ton. Penyerapan jagung lokal sepanjang 2026 ini sendiri sudah mencapai 101,96 ribu ton. Ketut juga menegaskan satu hal: Pemerintah sudah stop impor jagung pakan sejak 2025.

Komoditas lain juga tak ketinggalan. Stok minyak goreng pemerintah ada di 95 ribu kiloliter, gula konsumsi 50 ribu ton. Sementara untuk daging sapi atau kerbau tersedia 11 ribu ton, daging ayam 39 ton, dan telur ayam 62 ton.

Sebelumnya, Andi Amran Sulaiman selaku Kepala Bapanas dan Menteri Pertanian telah menegaskan pentingnya langkah ini. Baginya, penguatan stok pangan adalah bagian dari strategi besar mencapai swasembada, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto. Intinya, Indonesia harus mandiri, tidak bergantung pada negara lain.

“Dunia sedang menghadapi ancaman krisis pangan yang serius. Oleh karena itu setiap negara harus memperkuat ketahanan pangannya dan tidak boleh bergantung pada negara lain. Kita tidak boleh takut,” ajak Amran.

Menurutnya, Indonesia saat ini sudah berada di jalur yang tepat. Kebutuhan pangan pokok harus bisa dipenuhi dari hasil kerja petani dan peternak lokal. Itulah indikator ketahanan pangan yang sesungguhnya.

“Yang paling aman adalah negara yang bisa memproduksi pangannya sendiri. Itu sebabnya kita harus memperkuat produksi dalam negeri. Kita harus optimistis,” pungkasnya.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar