Perdagangan saham PT Multipolar Technology Tbk dihentikan sementara oleh Bursa Efek Indonesia pada Jumat lalu, 27 Maret 2026. Langkah ini berlaku untuk transaksi di Pasar Reguler maupun Pasar Tunai.
Alasannya cukup jelas: harga saham emiten teknologi itu terperosok sangat dalam. Dalam sebulan terakhir, penurunan harganya begitu signifikan sehingga BEI merasa perlu turun tangan.
Dalam pengumuman resminya, BEI menyatakan,
"BEI memandang perlu untuk melakukan penghentian sementara perdagangan MLPT pada tanggal 27 Maret 2026."
Intinya, bursa ingin memberikan jeda. Pelaku pasar, baik investor ritel maupun pemodal besar, butuh waktu untuk bernapas dan mempertimbangkan ulang keputusan mereka terkait saham MLPT. Situasinya memang panas.
Kalau kita lihat pergerakannya, penurunan ini bukan main-main. Sejak awal tahun hingga saat penangguhan, saham MLPT sudah anjlok 76,84 persen. Angka yang fantastis, dalam artian yang buruk. Bahkan hanya dalam rentang Maret saja, pelemahannya mencapai 75,71 persen.
Pada sesi perdagangan sehari sebelumnya, Kamis (26/3), sentimen negatif sudah sangat terasa. Saham ditutup melemah 7,07 persen di level Rp14.450. Padahal, di tengah jalan sempat ada penguatan tipis 2,30 persen. Tapi itu tak bertahan lama.
Kini, semua mata tertuju pada perkembangan selanjutnya. Kapan perdagangan akan dibuka kembali, dan seperti apa respons pasar nantinya? Kita tunggu saja.
Artikel Terkait
Wall Street Menguat di Awal Perdagangan, Optimisme AI dan Harapan Damai AS-Iran Jadi Pendorong
PT Segar Kumala Indonesia Alihkan Transaksi Impor ke Yuan China untuk Tekan Dampak Pelemahan Rupiah
Citra Tubindo Bagikan Dividen 21,78 Juta Dolar AS ke Pemegang Saham
PT BEEF Rombak Direksi dan Komisaris, Ari Wijayanto Ditunjuk sebagai Dirut Baru