Retakan dan rembesan air laut di tanggul Muara Baru, Jakarta Utara, sudah terlihat sejak beberapa hari lalu. Bukan sekadar bocor biasa. Penyebabnya, kata pihak berwenang, adalah kombinasi dari tekanan air laut yang kuat dan struktur beton yang mulai keropos dimakan usia dan lingkungan.
Kasudin SDA Jakarta Utara, Herisuandi, yang meninjau lokasi pada Jumat (5/12), menjelaskan lebih detail.
"Penyebab kebocoran memang adanya pressure dari air laut yang cukup tinggi. Juga korosi beton akibat zat klorin air laut," ujarnya.
Namun begitu, rupanya itu belum semuanya. Herisuandi menambahkan bahwa faktor lingkungan turut memperparah keadaan. Lalu ada juga isu yang lebih besar dan global yang memainkan peran.
"Juga global warming yang meningkatkan permukaan tinggi air laut. Juga pengaruh juga land subsidence," jelasnya.
Singkatnya, ini adalah persoalan kompleks di mana beberapa masalah datang bersamaan.
Solusi permanen? Masih harus menunggu hingga 2026.
Artikel Terkait
Serangan Udara di Gaza Tewaskan 28 Warga, Seperempatnya Anak-anak
Drama dan Kebaikan di Balik Sesaknya Gerbong KRL
Polairud Buka Jalur Pelayaran Muara Angke yang Tersumbat
Prasetyo Bantah Isu Pertemuan Prabowo dengan Oposisi