Retakan dan rembesan air laut di tanggul Muara Baru, Jakarta Utara, sudah terlihat sejak beberapa hari lalu. Bukan sekadar bocor biasa. Penyebabnya, kata pihak berwenang, adalah kombinasi dari tekanan air laut yang kuat dan struktur beton yang mulai keropos dimakan usia dan lingkungan.
Kasudin SDA Jakarta Utara, Herisuandi, yang meninjau lokasi pada Jumat (5/12), menjelaskan lebih detail.
"Penyebab kebocoran memang adanya pressure dari air laut yang cukup tinggi. Juga korosi beton akibat zat klorin air laut," ujarnya.
Namun begitu, rupanya itu belum semuanya. Herisuandi menambahkan bahwa faktor lingkungan turut memperparah keadaan. Lalu ada juga isu yang lebih besar dan global yang memainkan peran.
"Juga global warming yang meningkatkan permukaan tinggi air laut. Juga pengaruh juga land subsidence," jelasnya.
Singkatnya, ini adalah persoalan kompleks di mana beberapa masalah datang bersamaan.
Solusi permanen? Masih harus menunggu hingga 2026.
Artikel Terkait
Kilas Balik 22 Maret: Dari Arca Buddha Zamrud hingga Letusan Gunung Redoubt
Dortmund Bangkit dari Ketertinggalan Dua Gol untuk Kalahkan Hamburg
AC Milan Tundukkan Torino 3-2 dalam Laga Sengit di San Siro
Tiga Anak di Jombang Terluka Parah Akibat Petasan Rakitan, Satu Harus Diamputasi