Malik Risaldi dan Jejak Sananta yang Mulai Terlihat di Surabaya

- Jumat, 30 Januari 2026 | 23:00 WIB
Malik Risaldi dan Jejak Sananta yang Mulai Terlihat di Surabaya

SURABAYA Angka 100% itu mencolok. Tapi di lapangan hijau, statistik dribel sukses Malik Risaldi lebih dari sekadar angka. Itu adalah sinyal. Sebuah petunjuk bahwa di bawah asuhan Bernardo Tavares, pemain ini mulai menemukan perannya. Prosesnya mengingatkan kita pada sesuatu: metamorfosis Ramadhan Sananta dulu di PSM Makassar.

Persebaya memang lagi kembang kempis soal penyerang lokal. Nah, dalam situasi serba-sulit itu, Malik muncul. Bukan sebagai bintang yang dielu-elukan, tapi sebagai jawaban pragmatis. Ia berani, dan yang penting, bisa beradaptasi.

Mari kita lihat faktanya. Pilihan di lini depan Persebaya untuk sisa Liga 1 2025/2026 ini boleh dibilang terbatas. Kepergian Rizky Dwi Febrianto meninggalkan celah yang belum sepenuhnya tertutup.

Kondisi ini rupanya justru jadi bahan bakar bagi Tavares. Dia kan sudah biasa. Dulu di PSM, keadaan mirip malah melahirkan Sananta. Pemain lokal yang digodoknya dari bahan mentah jadi striker timnas. Sekarang, di Surabaya, skenarionya terasa mirip.

Malik, yang dasarnya pemain sayap, dikasih kepercayaan lebih. Posisinya dibuat fleksibel. Kadang di sayap, kadang juga dicoba jadi ujung tombak, berkolaborasi dengan Bruno Moreira, Gali Freitas, atau Bruno Paraiba.

Gaya Tavares memang begitu. Dia nggak kaku soal label posisi. Baginya, fungsi pemain di lapangan dan karakternya jauh lebih penting.

“Tidak mudah mendatangkan pemain lokal di bursa transfer, karena sebagian besar sudah terikat kontrak,” ucap pelatih asal Portugal itu.

Tapi ya itu, keterbatasan bukan halangan.

“Malik bisa bermain sebagai winger, bisa juga sebagai striker. Semua orang harus siap. Ini target kami,” tegasnya.


Halaman:

Komentar