Polisi Berlutut di Jalan, Redam Konflik Massa di Manggarai

- Selasa, 17 Maret 2026 | 01:15 WIB
Polisi Berlutut di Jalan, Redam Konflik Massa di Manggarai

Polisi Berlutut di Jalan, Upaya Damai di Tengah Ancaman Perang Tanding

Sebuah video yang beredar di Facebook memperlihatkan adegan yang jarang terjadi. Di jalan aspal yang panas, seorang anggota polisi terlihat berlutut. Tangannya terkatup, memohon. Di depannya, dua kelompok massa yang saling berhadapan, nyaris beradu fisik. Kejadian ini terjadi di Desa Bula, Manggarai, NTT, Senin lalu, dan langsung menjadi perbincangan hangat.

Semua ini berawal dari sengketa lama: tanah ulayat. Dua kelompok warga, Gendang Kaca dan Gendang Bung Leko, bersitegang. Ratusan orang dari kedua kubu akhirnya memenuhi Jalan Trans Flores, jalur vital yang menghubungkan Ruteng dan Labuan Bajo. Suasana saat itu benar-benar mencekam.

Menurut sejumlah saksi, kedua kelompok sudah saling berhadapan dalam jarak yang sangat dekat. Mereka membawa parang, tongkat panjang mirip tombak, bahkan batu. Jalan utama itu pun berubah total, dari urat nadi transportasi menjadi titik rawan konflik. Massa sudah dalam posisi siap, emosi memanas, bentrokan rasanya tinggal menunggu waktu.

Untungnya, aparat dari Polres Manggarai cepat tiba di lokasi. Mereka langsung berupaya memisahkan kedua kubu. Sementara beberapa anggota lain terus meneriakkan imbauan agar warga mundur dan tenang, satu polisi memilih cara yang berbeda. Dia maju, lalu berlutut tepat di tengah-tengah, di antara dua kelompok yang marah.

Editor: Dewi Ramadhani


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar