Duka kembali menyelimuti Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang. Longsor timbunan sampah yang terjadi Senin (9/3) malam lalu, bukan hanya meninggalkan kepiluan, tetapi juga pertanyaan besar tentang pengelolaan sampah nasional. Wakil Menteri Lingkungan Hidup, Diaz Hendropriyono, menyampaikan rasa dukacitanya yang mendalam atas insiden tragis ini.
"Saya turut berdukacita yang mendalam atas peristiwa yang terjadi di Bantargebang,"
kata Diaz kepada awak media, Selasa (10/3/2026). Suaranya terdengar berat.
Data korban yang berhasil dihimpun per Senin malam cukup memilukan: 13 korban. Rinciannya, 6 jasad telah ditemukan, 6 orang lainnya luka-luka, dan satu korban lagi masih dalam pencarian. Menurut Diaz, angka-angka ini masih sangat mungkin berubah seiring proses evakuasi yang terus berlangsung.
Dia tak cuma menyampaikan belasungkawa. Dalam pernyataannya, terselip kritik dan keprihatinan yang tajam. "Dari KLH sendiri, kami menyayangkan hal ini bisa terjadi," ujarnya. Lalu dia menambahkan, "Semoga ini bisa membangunkan kita semua bahwa masalah persampahan di Indonesia bukanlah masalah sepele. Ini sudah benar-benar masalah serius, bahkan masalah eksistensialisme."
Pernyataan itu seperti tamparan. Menegaskan bahwa bencana ini lebih dari sekadar kecelakaan kerja biasa.
Artikel Terkait
Mobil Listrik Xpeng X9 Jadi Sorotan di Pemakaman Vidi Aldiano
32 WNI yang Dievakuasi dari Iran Dijadwalkan Pulang Hari Ini
Prabowo Soroti Kolusi Pengusaha dan Pejabat sebagai Sumber Kebocoran Negara
Trump Sebut Perang dengan Iran Hanya Ekskursi Jangka Pendek