PSIS Incar Uji Coba Kontra PSM Makassar untuk Jaga Ritme Jelang Laga Penting

- Senin, 16 Maret 2026 | 22:30 WIB
PSIS Incar Uji Coba Kontra PSM Makassar untuk Jaga Ritme Jelang Laga Penting
PSIS Semarang Cari Lawan Uji Coba

SEMARANG Situasi di papan klasemen masih belum aman. Itulah yang membuat PSIS Semarang terus berupaya mencari cara agar ritme permainan tetap terjaga. Salah satu opsi yang sedang dipertimbangkan adalah menggelar laga uji coba, dengan PSM Makassar jadi calon lawan yang diincar.

Persiapan ini penting, mengingat Mahesa Jenar akan kembali beraksi di Championship League 2025/2026 pada 29 Maret mendatang. Mereka dijadwalkan menjamu Persipal Palu di Stadion Jatidiri. Bukan cuma sekadar pertandingan biasa, laga ini jadi kesempatan emas untuk keluar dari tekanan zona merah.

Pelatih PSIS, Andri Ramawi, mengakui ada satu persoalan yang terus jadi perhatian: finishing. Aspek penyelesaian akhir itu masih menjadi fokus evaluasi dalam latihan-latihan belakangan ini.

“Kami masih berbicara soal finishing. Uji coba melawan tim EPA U-20 sebenarnya belum bisa dijadikan tolok ukur karena kami bisa mencetak empat gol,” ujar Andri di Semarang.

Menurutnya, kemenangan besar dalam uji coba itu belum tentu mencerminkan kekuatan sebenarnya. Kualitas lawan yang berbeda membuat PSIS lebih leluasa menciptakan peluang. Tapi ya, setidaknya pertandingan itu berguna untuk menjaga atmosfer kompetisi di dalam tim.

“Hal itu juga karena secara kualitas lawan berada di bawah. Tapi setidaknya bisa menjaga atmosfer kompetisi,” katanya.

Rencananya, PSIS masih ingin menggelar satu uji coba lagi sebelum jumpa Persipal. Namun, waktu yang tersisa sangat mepet. Tim baru akan berkumpul lagi pada 23 Maret, artinya masa persiapan cuma sekitar seminggu.

Dengan jadwal yang begitu ketat, manajemen harus berpikir dua kali. Risiko cedera pemain jadi pertimbangan yang tidak bisa dianggap enteng.

“Sepertinya agak sulit karena ada risiko cedera dan lain-lain. Tapi dalam beberapa hari ini kami tetap mencoba mencari kemungkinan. Kalau pun tidak bisa, kami akan memaksimalkan internal game,” jelas Andri.

Untuk mendapatkan tantangan yang sepadan, PSIS bahkan sudah menjajaki komunikasi dengan PSM Makassar. Duel melawan tim asal Sulsel itu dinilai bisa memberikan gambaran yang lebih nyata tentang kesiapan skuad.

“Kami juga mencoba menghubungi PSM untuk melihat apakah mereka bersedia melakukan uji coba atau tidak. Saat ini kami masih menunggu kabar. Jika memungkinkan, mungkin bisa dilakukan sebelum libur Lebaran,” ujarnya.

Sementara itu, uji coba melawan tim PSIS Semarang U‑20 di Lapangan POJ City punya tujuan yang lebih spesifik. Fokusnya adalah melihat sejauh mana materi latihan selama ini bisa diterapkan dalam situasi nyata.

“Tujuan dari uji coba ini untuk melihat apa yang sudah disiapkan sebelumnya. Persiapan latihan yang sudah dilakukan beberapa waktu terakhir kami coba aplikasikan dalam pertandingan,” tutur Andri.

Dari pengamatan pelatih, beberapa pola permainan mulai terbentuk. Baik itu skema taktik, organisasi tim, maupun sistem yang sedang dibangun perlahan mulai kelihatan.

“Setidaknya game plan, taktik, dan sistem yang sedang kami bangun sudah mulai terlihat. Nantinya itu akan kami evaluasi untuk pertandingan berikutnya,” katanya.

Selain uji coba, internal game juga rutin digelar. Bahkan, pertandingan internal itu diusahakan semirip mungkin dengan laga resmi dipimpin tiga wasit agar atmosfernya benar-benar terasa.

Harapannya, dengan setting seperti itu, para pemain bisa tampil lebih serius dan intensitas permainan tetap terjaga.

Meski begitu, evaluasi tim pelatih menunjukkan masih ada beberapa catatan yang harus dibenahi. Yang paling mencolok adalah organisasi pertahanan sektor yang kerap jadi titik lemah PSIS sepanjang musim ini.

Nah, kalau nanti uji coba melawan PSM benar-benar terjadi, duel itu bakal menarik untuk disimak. Bukan cuma sekadar pemanasan, tapi juga jadi cermin bagi dua tim yang sama-sama berjuang menghindari jerat zona merah.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar