Kebakaran Rumah di Mampang Prapatan, Tak Ada Korban Jiwa Berkat Respons Cepat

- Minggu, 15 Maret 2026 | 23:00 WIB
Kebakaran Rumah di Mampang Prapatan, Tak Ada Korban Jiwa Berkat Respons Cepat

Kabar baik datang dari kawasan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Minggu malam kemarin. Sebuah rumah tinggal di Jalan Kapten Tendean, Kuningan Barat, dilalap si jago merah. Untungnya, menurut keterangan resmi, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu.

Kepala Sudin Gulkarmat Jakarta Selatan, Asril Rizal, menegaskan hal tersebut.

"Tidak ada korban jiwa," ujarnya, Minggu (15/3/2026).

Laporan pertama datang dari warga sekitar pukul 18.50 WIB. Bukan melalui telepon, melainkan seorang ibu RT yang langsung mendatangi pos pemadam karena mencium bau gosong yang tak biasa dari rumah tetangganya. Alarm pun berbunyi.

Petugas langsung bergerak cepat. Unit pertama diberangkatkan hanya tiga menit setelah laporan masuk, tepatnya pukul 18.53 WIB, dan tiba di lokasi lima menit kemudian. Mereka tak membuang waktu. Pemadaman dimulai segera, sekitar pukul 19.00 WIB.

Upaya mereka membuahkan hasil. Dalam waktu setengah jam, api berhasil dikepung dan dilokalisir. Pukul 19.30 WIB, ancaman api merembet ke bangunan lain sudah bisa diatasi. Namun, pekerjaan belum selesai.

Proses pendinginan baru dimulai hampir setengah jam setelahnya, pukul 19.56 WIB. Ini penting untuk memastikan tidak ada bara yang tersisa di area seluas 250 meter persegi itu. Asril menyebut, operasi ini melibatkan sumber daya yang cukup besar.

"Dalam penanganan kejadian tersebut, Gulkarmat Jakarta Selatan mengerahkan total 17 unit pemadam dengan 68 personel. Saat ini dipastikan lokasi kejadian dinyatakan aman dan pemadaman selesai," jelasnya.

Jadi, meski sempat mencemaskan, situasi akhirnya bisa dikendalikan. Rumah itu mungkin rusak, tapi yang terpenting, nyawa penghuninya selamat. Respons yang cepat dari warga dan petugas menjadi kunci utama.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar