Steinmeier Sebut Kunjungan ke Indonesia Punya Bobot Strategis di Tengah Konflik Global

- Senin, 15 Juni 2026 | 16:40 WIB
Steinmeier Sebut Kunjungan ke Indonesia Punya Bobot Strategis di Tengah Konflik Global

Presiden Federal Jerman, Frank-Walter Steinmeier, menegaskan bahwa kunjungannya ke Indonesia memiliki bobot tersendiri di tengah gejolak global yang kian kompleks. Pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin lalu, dinilai sebagai momentum strategis untuk memperkuat hubungan bilateral di saat dunia dilanda berbagai konflik.

“Kunjungan ini menunjukkan betapa pentingnya hubungan dengan Indonesia bagi kami di Jerman, dan tentu pertemuan kita ini diadakan dalam situasi dunia yang sangat sulit,” ujar Steinmeier dalam pernyataannya.

Kepala negara Jerman itu secara spesifik menyoroti sejumlah konflik kawasan yang masih berkecamuk, mulai dari perang Rusia-Ukraina hingga ketegangan di Timur Tengah. Menurutnya, kondisi tersebut justru menjadi alasan kuat untuk menjalin komunikasi dan kerja sama yang lebih erat dengan Indonesia.

“Di Eropa sedang ada perang, demikian juga di Timur Tengah, di Asia Tengah, dan konflik-konflik yang tetap berlangsung termasuk di Sudan yang belum terselesaikan. Pokoknya, saya kembali berkunjung ke sini ada alasan yang berat,” tuturnya.

Di sisi lain, Steinmeier menekankan bahwa hubungan antara Jerman dan Indonesia memiliki makna yang mendalam, terutama ketika banyak wilayah dunia masih dilanda kekerasan. Ia menilai kemitraan ini bukan sekadar hubungan diplomatik biasa, melainkan ikatan yang didasari oleh komitmen terhadap tatanan global yang berbasis aturan.

“Di dalam situasi di mana dunia terguncang oleh kekerasan di banyak kawasan yang makin meningkat, kemitraan seperti antara Jerman dengan Indonesia sangat berarti,” ucap Steinmeier yang saat itu duduk di samping Presiden Prabowo.

“Ini merupakan kemitraan antara kedua negara yang saling berkomitmen untuk dasar aturan yang tetap, dan itu menjadi ikatan antara kedua negara,” imbuhnya.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar