PEFINDO Turunkan Peringkat Adhi Karya Imbas Rencana Tunda Bayar Kupon Obligasi

- Rabu, 05 Agustus 2026 | 09:15 WIB
PEFINDO Turunkan Peringkat Adhi Karya Imbas Rencana Tunda Bayar Kupon Obligasi

PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO) menurunkan peringkat efek PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) menyusul rencana perusahaan konstruksi pelat merah itu untuk menunda pembayaran bunga obligasi. Peringkat ADHI turun dari idA-/Negative menjadi idBB/Credit Watch, berlaku sejak 30 Juli hingga 30 Oktober 2026.

Penurunan peringkat juga berlaku untuk dua obligasi ADHI, yakni Obligasi Berkelanjutan III Tahap III Seri B dan Seri C Tahun 2022 serta Obligasi Berkelanjutan IV Tahap I Tahun 2024. Keduanya kini berada di peringkat idBB, turun dari sebelumnya idA-.

Keputusan ini mencerminkan tekanan likuiditas yang dihadapi ADHI, yang secara material memengaruhi kemampuan perseroan dalam memenuhi kewajiban keuangan tepat waktu. Direktur Portofolio Bisnis dan Risiko & Corporate Secretary ADHI, Rozi Sparta, membenarkan bahwa perubahan peringkat tersebut terkait dengan rencana perseroan untuk menunda pembayaran Obligasi Berkelanjutan III dan IV.

"Perubahan peringkat tersebut diterbitkan sehubungan dengan adanya fakta material berupa rencana perseroan untuk menunda pembayaran Obligasi Berkelanjutan III dan Obligasi Berkelanjutan IV," ujarnya, Rabu (5/8/2026).

Berdasarkan laporan keuangan per 30 Juni 2026, kas dan setara kas ADHI tercatat Rp813 miliar, turun signifikan dari Rp1,71 triliun pada akhir tahun lalu. Penurunan kas ini terjadi seiring tekanan arus kas operasional yang minus Rp751 miliar pada semester I-2026, serta pembayaran utang dan beban keuangan secara neto yang mencapai Rp430 miliar.

Penurunan likuiditas yang cepat tersebut mencerminkan tekanan berat pada bisnis dan keberlangsungan usaha perseroan. Adapun total emisi Obligasi Berkelanjutan III Tahap III Tahun 2022 Seri B dan Seri C mencapai Rp2,46 triliun, sementara Obligasi Berkelanjutan IV Tahap I Tahun 2024 sebesar Rp102,7 miliar. Total emisi seluruh surat utang tersebut, belum termasuk kupon, mencapai Rp2,57 triliun.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags