WOM Finance resmi akan membagikan dividen tunai kepada para pemegang sahamnya. Keputusan ini diambil usai perusahaan pembiayaan itu membukukan laba bersih yang cukup solid pada tahun buku 2025. Intinya, ini adalah wujud komitmen mereka untuk memberikan nilai tambah.
Rapat Umum Pemegang Saham yang digelar Senin (30/3/2026) lah yang akhirnya memutuskan hal tersebut. Tak cuma soal dividen, dalam pertemuan itu juga dibahas laporan kinerja keuangan serta ada perubahan dalam struktur kepengurusan perusahaan.
Nah, untuk jumlahnya sendiri, dividen yang bakal dibagikan mencapai Rp46 miliar. Angka itu setara dengan Rp12,28 per lembar saham. Sumbernya dari laba bersih perseroan yang tahun lalu tercatat sebesar Rp142,5 miliar. Sisa laba, sekitar Rp97 miliar, akan ditahan perusahaan.
Kapan pembayarannya? Rencananya, dividen tunai ini akan cair pada 4 Mei 2026 mendatang. Tapi ingat, hanya pemegang saham yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham per 10 April 2026 yang berhak menerimanya.
Presiden Direktur WOM Finance, Djaja Suryanto Sutandar, menyampaikan apresiasinya. Menurutnya, capaian ini tidak lepas dari dukungan semua pemangku kepentingan di tengah pasar yang dinamis dan kompetitif.
“Di tengah kondisi ekonomi dan persaingan bisnis yang cukup menantang, Perseroan berhasil membukukan kinerja yang solid dan secara konsisten membagikan dividen kepada seluruh pemegang saham,” ujar Djaja dalam keterangan resminya.
Di sisi lain, Direktur WOM Finance, Cincin Lisa Hadi, memaparkan beberapa capaian operasional. Hingga akhir Desember 2025, penyaluran pembiayaan baru mereka tumbuh 9,35 persen menjadi Rp5,94 triliun. Pertumbuhan ini mendongkrak total aset perusahaan naik 6,08 persen ke level Rp7,37 triliun.
Soal profitabilitas, angka Rp142,55 miliar tadi memang jadi bukti. Yang menarik, meski ekspansif, WOM Finance klaim tetap menjaga kualitas kreditnya. Rasio NPF gross mereka bertengger di level 2,17 persen, angka yang terbilang terjaga.
“Pencapaian tersebut menunjukkan pengelolaan risiko yang prudent serta penerapan prinsip kehati-hatian yang konsisten di tengah dinamika dan persaingan ketat di industri pembiayaan Indonesia,” kata Lisa menambahkan.
Untuk memperkuat modal, perusahaan juga sudah melakukan beberapa langkah strategis. Mereka menerbitkan Obligasi Berkelanjutan senilai Rp1,5 triliun dan mendapat tambahan fasilitas kredit perbankan sebesar Rp1,65 triliun.
Selain hal-hal tadi, RUPS juga menghasilkan keputusan tentang susunan pengurus baru. Berikut adalah struktur kepengurusan WOM Finance untuk periode berikutnya:
KOMISARIS
Presiden Komisaris: Steffano Ridwan
Komisaris: Thillagavathy Nadason
Komisaris: Taufik Aulia
Komisaris Independen: Sarastri Baskoro
Komisaris Independen: Rallyati Arianto Wibowo
DIREKSI
Direktur: Cincin Lisa Hadi
Direktur: Hendrik Progo
Direktur: Paulus Cholot Janala
DEWAN PENGAWAS SYARIAH
Ketua: Abdul Jabar Majid
Anggota: Nadratuzzaman Hosen
Agenda RUPS Luar Biasa punya bahasan sendiri. Pemegang saham menyetujui perubahan Anggaran Dasar terkait penyesuaian KBLI 2025. Ada juga rencana pengalihan atau penjaminan piutang untuk memperkuat likuiditas perusahaan ke depan.
Artikel Terkait
Bursa Asia Menguat, Nikkei dan KOSPI Cetak Rekor Baru Didorong Sektor Teknologi
Pertamina Patra Niaga Resmi Turunkan Harga Avtur 10 Persen di Seluruh Bandara Mulai Hari Ini
Harga Ayam Broiler Diprediksi Stagnan Sepanjang Juni 2026 Imbas Tradisi Masyarakat
Harga Minyak Diprediksi Terombang-ambing oleh Hasil Pertemuan OPEC+ dan Data Konsumsi Bensin AS