El Trafico Jadi Pembuka Paruh Kedua MLS, LA Galaxy dan LAFC Siap Tempur

- Sabtu, 18 Juli 2026 | 15:30 WIB
El Trafico Jadi Pembuka Paruh Kedua MLS, LA Galaxy dan LAFC Siap Tempur

Derbi panas El Trafico antara LA Galaxy dan LAFC akan menjadi laga pembuka paruh kedua musim Major League Soccer (MLS) setelah kompetisi vakum akibat Piala Dunia. Pertandingan pekan ke-16 ini berlangsung di Stadion Dignity Health Sports Park, Jumat malam, 17 Juli 2026 waktu setempat, dengan tiket sebanyak 27.000 kursi telah terjual habis.

Kedua tim papan atas Wilayah Barat ini hanya terpaut empat poin di klasemen sementara. LAFC berada di peringkat kelima dengan 24 poin dari tujuh kemenangan, tiga imbang, dan lima kekalahan. LA Galaxy menempati peringkat kesembilan dengan 20 poin dari lima kemenangan, lima imbang, dan lima kekalahan. Kedua tim dipastikan tampil dengan kekuatan penuh karena tak ada pemainnya yang berlaga di final Piala Dunia antara Argentina dan Spanyol.

Ini merupakan edisi ke-27 El Trafico sejak LAFC memulai debutnya di MLS pada 2018. Secara historis, LA Galaxy unggul dalam rivalitas ini dengan 10 kemenangan, 9 kekalahan, dan 7 hasil imbang.

Pelatih LA Galaxy, Greg Vanney, menyambut kembalinya kompetisi melalui laga derbi ini. "It's a hell of a way to get started," ujarnya dalam pernyataan tertulis kepada MLSSoccer.com.

Pelatih LAFC, Marc Dos Santos, juga menilai laga ini sebagai momentum terbaik. "If you have to choose a game to get started again, it's this game," katanya.

Gelandang LA Galaxy, Marcos Reus, yang telah dua kali merasakan El Trafico, bertekad meraih kemenangan. "It's a lot on the table for both sides, so nobody wants to lose. It's time for another win to start the second half of the season in a good way. That's our goal," ujarnya.

Pertandingan ini dipimpin wasit bersertifikat FIFA asal Florida, Rubiel Vazquez, yang aktif di MLS dan kompetisi CONCACAF sejak 2020. Ia dibantu asisten wasit Jeremy Hanson dan Jose Da Silva, official keempat Elijio Arreguin, serta Edvin Jurisevic sebagai petugas VAR didampingi Jonathan Johnson.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags