PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) belum mengalihkan kembali saham hasil pembelian kembali (buyback) hingga 30 Juni 2026. Perseroan masih menyimpan 105.803.800 saham treasuri yang rencananya dialokasikan untuk program kepemilikan saham bagi karyawan dan manajemen (ESOP dan MSOP).
Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, Rabu (15/7/2026), sepanjang periode pelaporan tidak ada saham hasil buyback yang dijual maupun dialihkan. Dengan demikian, seluruh saham treasuri yang dimiliki perseroan masih tersisa sebanyak 105,8 juta saham.
Seiring belum adanya pengalihan, AMMN menegaskan belum terdapat pendapatan maupun kerugian yang timbul dari proses pengalihan kembali saham hasil buyback. Sebelumnya, AMMN mengumumkan rencana mengalihkan seluruh saham treasuri tersebut untuk mendukung pelaksanaan program ESOP dan MSOP. Jumlah saham yang akan dialihkan mencapai 105,8 juta saham, atau setara sekitar 0,146 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan.
Saham treasuri tersebut merupakan hasil aksi buyback yang dilakukan pada periode April hingga Juli 2025, ketika pasar saham mengalami volatilitas tinggi. Untuk melaksanakan aksi buyback, perseroan menggelontorkan dana sekitar USD48,4 juta, atau setara sekitar Rp788,2 miliar.
Dalam pelaksanaan program ESOP/MSOP, AMMN menetapkan sejumlah persyaratan bagi penerima saham. Program ini hanya diperuntukkan bagi karyawan, anggota Direksi, dan anggota Dewan Komisaris perseroan maupun entitas anak yang masih menjabat. Sementara itu, Komisaris Independen tidak termasuk sebagai peserta program.
Artikel Terkait
TBIG Masih Pegang 106 Juta Saham Hasil Buyback, Wajib Dialihkan ke Publik
Direktur Amman Mineral Borong 1 Juta Saham, Keluarkan Dana Rp3,56 Miliar