Di kawasan Bay Ridge, New York, yang dikenal sebagai Little Palestine, demam Piala Dunia 2026 terasa berbeda. Bagi komunitas Arab-Amerika di sana, final antara Spanyol dan Argentina pada Ahad besok bukan sekadar pertandingan sepak bola. Ini adalah pernyataan politik.
Zein Rimawi, ketua Federasi Arab Amerika, tidak ragu memilih Spanyol. "Saya mendukung negara-negara yang mendukung perjuangan kami, terutama perjuangan Palestina," ujarnya kepada Al Jazeera. Rimawi, yang bukan penggemar berat sepak bola, langsung menjawab Spanyol saat ditanya tim pilihannya. "Anda tidak perlu menyelesaikan pertanyaan itu," katanya sambil duduk di kantornya dengan bendera Palestina di belakang.
Spanyol memang telah mengakui Negara Palestina pada 2024 dan vokal mengkritik perang Israel di Gaza. Hal itu membuat tim matador menjadi pilihan alami. "Saya awalnya tidak tahu siapa Hossam Hassan, pelatih Mesir. Namun, ketika ia mengibarkan bendera Palestina, saya langsung menjadi penggemarnya," tambah Rimawi.
Di Toko Roti Al Reef, Talal Abdraboh sependapat. "Ini bukan tentang bias terhadap Argentina. Jika ada tim non-Arab mana pun yang menghadapi Spanyol, kami pasti akan tetap mendukung Spanyol. Kami mendukung Spanyol dengan sepenuh hati kami," katanya. Toko roti itu dihiasi lukisan Kubah Batu di Yerusalem dan kutipan penyair Mahmoud Darwish.
Mahmoud Kasem, pemilik Toko Roti Al-Aqsa, memasang layar TV besar di luar dan membagikan falafel gratis selama pertandingan tim Arab. "Saya ingin menciptakan suasana indah seperti yang kami lakukan di Palestina, dengan menaruh TV di luar dan memberi tahu orang-orang, 'Datang dan tontonlah,'" ujarnya. "Keindahannya adalah melihat orang-orang Palestina, Lebanon, Maroko, Yordania, semuanya berkumpul bersama."
Kasem berharap Spanyol menang, menyoroti kemiripan budaya dan dukungan pemerintah Spanyol. "Ketika Palestina dibom, mereka mengambil sikap. Ketika Lebanon dibom, mereka mengambil sikap. Mereka berdiri bersama kemanusiaan, mereka berdiri bersama kebebasan," tuturnya.
Di sisi lain, sebagian warga Arab-Amerika tetap mendukung Argentina karena kehebatan Lionel Messi. Karim Bouzeraa, tukang cukur berusia 24 tahun, mengatakan bendera Israel yang dikibarkan saat Argentina melawan Mesir tidak mewakili sepak bola Argentina. "Messi adalah seorang legenda," katanya. "Pada akhirnya, kita semua adalah orang Arab satu darah. Mudah-mudahan pada Piala Dunia berikutnya kita melihat banyak tim Arab sehingga kita dapat mendukung mereka."
Artikel Terkait
Spanyol Evakuasi 101 Warga Palestina dari Gaza dalam Misi Medis Keenam
Spanyol vs Argentina: Dua Saudara yang Berpisah Sejarah, Bertemu Kembali di Lapangan
Prediksi AI: Spanyol Unggul Tipis atas Argentina di Final Piala Dunia 2026
Puluhan Ribu Warga Palestina Salat Jumat di Al-Aqsha di Tengah Pembatasan Israel