Malam Minggu di Jakarta (15/3/2026) ternyata tak sekadar hiruk-pikuk biasa. Di sebuah acara penghargaan, semangat untuk berbagi dan memberi manfaat justru menjadi bintang utamanya. Cahaya Hati Awards 2026 yang digelar iNews Media Group berhasil menyita perhatian, bukan karena gemerlap lampunya, melainkan karena cerita-cerita inspiratif di balik setiap trofi yang diberikan.
Inti dari ajang ini sebenarnya sederhana: memberi apresiasi. Tapi dampaknya diharapkan bisa jauh lebih dalam. Penghargaan ini diharapkan bisa memacu para penerimanya untuk terus konsisten menebar kebaikan, menjadikan kebermanfaatan sebagai sebuah kebiasaan, bukan sekadar program sesaat.
Suasana haru dan bangga jelas terlihat di wajah para penerima penghargaan usai acara. Fankar Umran, Direktur Utama PT Askrindo, misalnya. Perusahaannya mendapat apresiasi untuk kategori Program Inspiratif Ramadhan.
"Tentunya ini akan menambah motivasi kami untuk memberikan yang terbaik kepada masyarakat sekitar. Program-program ini sangat bermanfaat, dan kolaborasi ini perlu terus berjalan," ungkap Fankar.
Senada dengan itu, Riko Wardhana dari BSI juga tak bisa menyembunyikan kebanggaannya. BSI meraih penghargaan Excellence in Sharia Bullion Bank. Baginya, ini bukan sekadar piala.
"Ya, jadi salah satu peran kami adalah mendorong ekonomi halal, khususnya melalui bank syariah, agar bisa berkembang. Caranya? Membuat bank syariah jauh lebih inklusif, universal, dan memberikan layanan terbaik yang bisa bersaing, baik di tingkat nasional maupun internasional," kata Riko.
Ia menambahkan, rasa syukurnya sangat besar atas apresiasi dari iNews ini, yang ia anggap sebagai bentuk pengakuan atas upaya pengembangan digital ekonomi Islam, khususnya di sektor bullion.
Dari sisi perbankan syariah lain, Alex Sofjan Noor dari Bank Syariah Nasional juga bersuara. Penghargaan The Leading Sharia Economic Empowerment bagi BSN ia terima sebagai bahan bakar.
"Ya, artinya sebagai motivasi kami untuk meningkatkan layanan. Meningkatkan bagaimana layanan di dunia syariah, perbankan syariah," cetus Alex.
Namun begitu, panggung Cahaya Hati Awards 2026 bukan hanya milik korporasi. Para kepala daerah yang berprestasi juga mendapat tempat. Sebut saja Bupati Batang Hari, Muhammad Fadhil Arief, yang dinilai sebagai Kepala Daerah Pendukung Syiar Islam.
Bagi Fadhil, penghargaan ini sama sekali bukan garis finis. Justru sebaliknya.
"Harapannya bagaimana semangat ini tidak hilang, ya. Jangan sampai dianggap penghargaan ini menjadi puncaknya. Karena puncak kehidupan itu saat kita sampai akhir hayat nanti bisa memberi manfaat besar bagi orang lain, bagi keluarga," kata Fadhil dengan nada serius.
Komitmennya cukup konkret. Dengan populasi muslim yang hampir mencapai 100 persen di daerahnya, ia mendorong berbagai kegiatan keagamaan yang relevan dengan zaman. Dari mengangkat guru ngaji untuk pondasi anak-anak, hingga menciptakan aktivitas keislaman yang disukai anak muda lewat seni dan kegembiraan.
Di sisi lain, cerita inspiratif justru datang dari akar rumput. Azizul Husni Mubarok, founder Mr. Brow Peduli dari Tasikmalaya, membuktikan bahwa aksi sosial berkelanjutan bisa dilakukan siapa saja. Selama lima tahun, organisasinya rutin berbagi, mulai dari dukungan UMKM hingga santunan anak yatim.
"Dan terakhir itu kami ada acara memberikan 2500 santunan anak yatim dan kaum duafa di Tasikmalaya," beber Aziz.
Ambisi mereka bahkan melampaui batas kota. Aziz dan tim sedang giat membina UMKM lokal Tasikmalaya agar produknya bisa menembus pasar global seperti Dubai, Eropa, dan Amerika. Sebuah mimpi besar yang dimulai dari kepedulian kecil.
Pada akhirnya, malam itu bukan tentang siapa yang menang. Tapi tentang bagaimana setiap kebaikan, sekecil apapun, punya cahayanya sendiri. Dan cahaya-cahaya itulah yang coba dikumpulkan dalam satu panggung, agar semakin terang menerangi sekelilingnya.
Artikel Terkait
Menkeu Terbitkan Aturan Baru Tata Kelola Anggaran OJK, Pemerintah Jamin Independensi Tetap Terjaga
Indeks Kepercayaan Industri April 2026 Turun Tipis ke 51,75, Kemenperin Sebut Masih Ekspansif
Nova Arianto Puji Transisi Timnas Indonesia di Bawah John Herdman, Optimistis Hadapi Piala AFF 2026
Prabowo Targetkan Bangun 30–40 Proyek Hilirisasi Baru demi Hentikan Ekspor Bahan Mentah