Dua Drone Hizbullah Hantam Perbatasan Israel Utara, Dua Menteri Sayap Kanan Serukan Serangan Balasan ke Beirut

- Minggu, 14 Juni 2026 | 16:00 WIB
Dua Drone Hizbullah Hantam Perbatasan Israel Utara, Dua Menteri Sayap Kanan Serukan Serangan Balasan ke Beirut

Dua drone yang diduga diluncurkan oleh kelompok militan Hizbullah dari wilayah Lebanon menghantam area di Israel bagian utara, tepat di dekat perbatasan kedua negara. Meskipun insiden tersebut memicu kekhawatiran akan eskalasi konflik, militer Israel memastikan bahwa tidak ada korban jiwa dalam serangan itu.

“Dua dampak dari target udara yang mencurigakan di wilayah Israel diidentifikasi di dekat perbatasan Israel-Lebanon. Tidak ada laporan cedera,” demikian pernyataan resmi militer Israel sebagaimana dikutip oleh AFP pada Minggu, 14 Juni 2026.

Serangan ini segera memicu reaksi keras dari kalangan politisi garis keras di Israel. Dua menteri sayap kanan secara terbuka menyerukan serangan balasan yang menyasar pinggiran selatan Beirut, kawasan yang dikenal sebagai benteng pertahanan Hizbullah, yakni Dahiyeh.

Menteri Keuangan Bezalel Smotrich, melalui akun media sosialnya, menyatakan bahwa insiden tersebut merupakan ujian nyata bagi Doktrin Dahiyeh yang selama ini digaungkan oleh perdana menteri. “Saya menyerukan kepadanya untuk menerapkannya secara tegas dan mantap, dan untuk menghancurkan bangunan-bangunan di Dahiyeh,” tegas Smotrich.

Di sisi lain, Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben Gvir, juga menyuarakan nada serupa. Ia menuntut respons militer yang keras terhadap setiap pelanggaran yang dilakukan Hizbullah. “Untuk setiap drone, sebuah rudal, untuk setiap pelanggaran, tembakan, untuk setiap UAV, Dahiyeh harus gemetar,” tulis Ben Gvir di akun resminya.

Sebelumnya, para pejabat tinggi Israel, termasuk Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, telah berulang kali memperingatkan bahwa Israel tidak akan segan menyerang Dahiyeh apabila kelompok yang didukung Iran tersebut menargetkan komunitas di wilayah utara Israel. Peringatan itu, menurut mereka, mendapatkan dukungan dari Amerika Serikat.

Sementara itu, militer Israel mengambil langkah lebih lanjut dengan mengeluarkan perintah evakuasi paksa bagi penduduk di lebih dari dua puluh kota dan desa di Lebanon selatan. Perintah tersebut mencakup 29 lokasi, termasuk 25 di distrik Nabatieh dan empat di distrik Sidon. Warga diinstruksikan untuk segera mengungsi ke utara Sungai Zahrani.

Dalam pernyataan beruntun yang diunggah di platform X, seorang juru bicara militer Israel menyebutkan sejumlah kota yang terdampak, antara lain Jbaa, Houmin al-Tahta, Ansar, dan Kfar Sir. Langkah ini mempertegas meningkatnya ketegangan di perbatasan utara Israel, yang kini berada dalam situasi siaga tinggi.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar