Iran baru-baru ini melayangkan peringatan keras. Sasaran utamanya? Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya di kawasan Teluk yang dengan sukarela atau terpaksa menjadi tuan rumah bagi pangkalan militer AS. Intinya sederhana tapi tegas: usir pasukan AS dari wilayah kalian. Kalau tidak, bersiaplah menghadapi konsekuensinya.
Ultimatum ini datang langsung dari markas besar pusat angkatan bersenjata Iran. Ancaman mereka tidak main-main: serangan yang menghancurkan akan diluncurkan jika permintaan itu diabaikan. Nada yang digunakan jelas-jelas menunjukkan ketegangan yang sudah memuncak.
Di sisi lain, juru bicara Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya, Ebrahim Zolfaghari, memberikan penjelasan lebih gamblang. Dia menyebut bahwa aset-aset Amerika dan Israel, plus infrastruktur negara-negara yang masih "menampung" pangkalan AS, akan jadi sasaran serangan dahsyat.
Zolfaghari juga tak lupa mengingatkan soal ancaman dari mantan Presiden AS Donald Trump yang konon pernah mengancam akan menghancurkan infrastruktur vital Iran seperti jembatan dan pembangkit listrik.
"Sebagai tanggapan terhadap retorika provokatif Presiden AS dan ancaman berulang-ulangnya mengenai penghancuran jembatan, pembangkit listrik, dan infrastruktur listrik dan energi Iran, kami sekali lagi memperingatkan,"
Begitu bunyi pernyataan resminya, seperti dilaporkan Press TV pada Sabtu, 4 April 2026. Pernyataan itu terkesan dingin namun penuh keyakinan.
Tak cuma itu. Zolfaghari memperingatkan bahwa selain menyerang aset Israel dan AS, angkatan bersenjata Iran juga akan membidik target yang lebih luas dan penting. Ibu kota negara-negara tuan rumah dan sekutu AS disebut secara eksplisit akan masuk dalam daftar sasaran. Ancaman ini, meski terdengar bombastis, jelas punya bobot politik yang berat di tengah situasi kawasan yang terus memanas.
Artikel Terkait
Keluarga Korban Perundungan di Taman Kramat Tolak Damai, Desak Proses Hukum Tetap Berjalan
SPMB Jateng 2026/2027 Berjalan Lancar, Petugas Antisipasi Kendala Teknis dan Perkuat Sistem Pendaftaran
Polisi Peru Samarkan Diri sebagai Maskot Piala Dunia untuk Bongkar Jaringan Narkoba di Lima
Polisi Tetapkan Pemuda Bawa Bom Molotov Saat Demo di Depan DPR sebagai Tersangka