Demam Piala Dunia 2026 tidak hanya menyita perhatian para penggemar sepak bola, tetapi juga dimanfaatkan secara taktis oleh aparat kepolisian di Peru untuk membongkar jaringan peredaran narkoba. Momentum euforia global itu menjadi kedok yang sempurna bagi satuan elite kepolisian untuk melancarkan operasi penyamaran yang tidak biasa.
Di Kota Lima, sekelompok personel dari unit khusus yang dikenal sebagai Grupo Terna menyusup ke rumah seorang tersangka dengan mengenakan kostum maskot resmi Piala Dunia. Mereka menyamar sebagai Clutch, Elang Botak yang menjadi maskot Amerika Serikat, dan Maple, Rusa Besar yang merupakan maskot Kanada. Strategi ini dipilih agar para petugas dapat mendekati target tanpa menimbulkan kecurigaan di tengah hiruk-pikuk perayaan turnamen sepak bola terbesar di dunia itu.
Sasaran operasi adalah seorang pria yang dikenal dengan julukan Pichi-chi, yang diduga kuat terlibat dalam peredaran narkoba. Dalam penggerebekan yang terekam dalam program Selamat Pagi Indonesia Metro TV, Sabtu, 13 Juni 2026, petugas berhasil menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya adalah paket pasta kokain, sekitar 209 gram ganja, satu pucuk senjata api, serta sejumlah uang tunai yang diduga hasil penjualan barang haram tersebut. Saat penggerebekan berlangsung, di dalam rumah juga ditemukan putri tersangka dan seorang anak di bawah umur.
Kepala Skuadron Hijau Peru, Kolonel Carlos Alcantara, menjelaskan bahwa operasi ini merupakan hasil dari kerja intelijen yang matang. Pihaknya telah mengidentifikasi aktivitas ilegal tersangka jauh-jauh hari sebelum melakukan penangkapan.
"Berkat kerja intelijen yang dilakukan Kelompok Terna, kami mengetahui bahwa target operasi ini adalah penggemar berat sepak bola," ujar Kolonel Carlos Alcantara.
Ia menambahkan bahwa tersangka sedang larut dalam euforia Piala Dunia. Kondisi inilah yang dimanfaatkan oleh aparat untuk melancarkan penyamaran. "Kami menyamarkan personel Terna sebagai maskot Piala Dunia agar bisa mendekatinya tanpa menimbulkan kecurigaan dan berhasil menangkapnya," katanya.
Strategi penyamaran yang tidak lazim ini kembali membuktikan efektivitasnya dalam memberantas peredaran narkoba, khususnya di tingkat akar rumput yang kerap meresahkan masyarakat. Pihak kepolisian Peru pun mengimbau masyarakat untuk menjauhi segala bentuk penyalahgunaan narkoba dan tetap waspada terhadap modus operandi baru para pelaku kejahatan.
Artikel Terkait
DPRD Banten Desak Pemprov Segera Pulihkan Kelebihan Bayar Proyek Daerah Rp5,2 Miliar
Yasin Ayari Bersujud Syukur Usai Cetak Dua Gol, Bintang Muda Swedia Keturunan Tunisia Curi Perhatian di Piala Dunia 2026
MPR RI dan UAJY Bahas Risalah Perubahan UUD 1945 sebagai Rujukan Konstitusional
93.307 Jemaah Haji Indonesia Telah Dipulangkan, Petugas Diingatkan Jaga Pelayanan hingga Akhir