Pemprov DKI Ganti Obor Api dengan Lampu Listrik di Pawai Muharram demi Keamanan

- Senin, 15 Juni 2026 | 21:15 WIB
Pemprov DKI Ganti Obor Api dengan Lampu Listrik di Pawai Muharram demi Keamanan

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menghadirkan inovasi dalam perayaan Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 Hijriah dengan menggelar pawai obor elektrik di Taman Bendera Pusaka, Jakarta Selatan. Tradisi yang biasanya menggunakan api kini dimodifikasi dengan teknologi lampu listrik demi menjamin keamanan dan kelancaran acara.

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, saat meninjau langsung pelaksanaan pawai Festival Muharram 1448 Hijriah pada Senin, 15 Juni 2026, menegaskan bahwa pihaknya sengaja tidak menggunakan obor konvensional. "Kita tidak pakai obor yang betul tapi kita pakai elektrik," ujarnya.

Keputusan ini, menurut Rano, diambil untuk mengantisipasi potensi gangguan cuaca buruk yang kerap terjadi di ruang terbuka. Dengan mengganti api konvensional menjadi pendaran lampu elektrik, risiko kebakaran dapat diminimalkan dan rangkaian acara tidak akan terhenti meskipun hujan deras mengguyur lokasi.

Di sisi lain, modifikasi properti ini dinilai sebagai bentuk penyesuaian terhadap perkembangan zaman tanpa mengurangi esensi dan kesakralan tradisi. Rano menjamin bahwa makna kultural dari pawai obor sebagai simbol pergantian tahun kalender Islam tetap terjaga. "Itu hanya menandakan satu tradisi yang memang sangat spesifik. Memang sengaja kita lakukan di ruang terbuka supaya tidak di gedung terus," jelasnya.

Pemilihan Taman Bendera Pusaka sebagai lokasi acara juga sejalan dengan komitmen Pemprov DKI Jakarta yang tengah gencar mengembangkan ruang publik ramah lingkungan. Kawasan hijau tersebut dioptimalkan untuk mendorong aktivitas warga di luar ruangan, sekaligus menjadi wadah interaksi sosial yang sehat.

Rano menambahkan bahwa inovasi perayaan bernuansa religi dan budaya ini tidak hanya berlangsung di Jakarta Selatan. "Di semua wilayah wali kota juga melakukan kegiatan yang sama," katanya, menegaskan bahwa perayaan serentak digaungkan di seluruh wilayah administratif ibu kota.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar