Di Aceh Tamiang, Kamis kemarin, Presiden Prabowo Subianto buka suara soal keluhan yang sampai ke telinganya. Rupanya, sejumlah bupati dari daerah yang dilanda banjir dan longsor merasa belum dikunjungi. Prabowo pun meminta maaf.
Dalam rapat koordinasi di Aceh, ia mengaku mendapat laporan itu dari Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian. "Saya kemarin sempat ke Tapsel, dan hari ini saya kembali ke Tamiang," ujarnya. Menurutnya, Tamiang termasuk salah satu kabupaten yang paling parah terdampak.
"Dan saya tahu bahwa saya dapat laporan dari mendagri, gubernur, bahwa banyak kabupaten lain bertanya, 'kok Presiden belum sampai?'. Saya minta maaf saya belum bisa ke semua titik," kata Prabowo.
Memang, jadwalnya padat. Ia seringkali disarankan untuk mendahulukan lokasi-lokasi dengan kegiatan penting. Namun begitu, Prabowo tak menampik bahwa semua daerah sebenarnya sedang berjuang menghadapi kesulitan yang sama besarnya.
"Tapi saya pilih atau saya disarankan hadir di tempat-tempat yang sedang ada kegiatan penting dan walaupun semua daerah pasti mengalami kesulitan yang sangat besar," jelasnya.
Meski begitu, ada janji yang ia sampaikan. "Tetapi saya sudah sampaikan ke gubernur, mendagri, nanti insyaallah saya coba tetap daerah-daerah yang dampaknya besar akan saya datangi, itu pertama," lanjut Prabowo. Rencananya, wilayah-wilayah dengan kerusakan parah akan tetap menjadi prioritas kunjungannya.
Artikel Terkait
Polisi Ungkap Peran Empat Tersangka Narkoba di Hiburan Malam New Zone Medan, dari Penyedia hingga Pengawas Razia
PBNU Kecam Kekerasan Seksual di Padepokan Pekalongan, Desak Proses Hukum Tuntas
Banjir Bandang dan Longsor di Bone Bolango, Seorang Warga Hanyut ke Laut Sebelum Berhasil Diselamatkan
Polisi Ajukan Red Notice ke Interpol untuk Buru Otak Pengiriman Pekerja Migran Ilegal ke Kamboja