MURIANETWORK.COM - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang melanjutkan penguatan pada awal pekan depan, Senin (23 Februari 2026), meski ditutup melemah tipis pada perdagangan Jumat (20/2/2026). Analisis teknikal menunjukkan, kunci pergerakan indeks terletak pada kemampuannya bertahan di level support kritis untuk menghindari potensi koreksi lebih dalam.
Analisis Teknis dan Proyeksi Pergerakan IHSG
Pada penutupan perdagangan Jumat lalu, IHSG tercatat sedikit melemah 0,03 persen ke level 8.271, dengan sentimen pasar yang masih didominasi tekanan jual. Meski demikian, kerangka analisis teknikal memberikan ruang untuk optimisme hati-hati pekan depan.
Tim riset dari MNC Sekuritas dalam laporannya memaparkan dua skenario utama. Skenario terbaik akan terjadi jika IHSG mampu konsisten bertahan di atas level 8.170.
Dengan demikian, level support kunci untuk diamati berada di 8.170 dan 8.025. Sementara itu, resistance atau level penghambat pergerakan naik diperkirakan berada di 8.408 dan 8.596. Penguatan lebih lanjut sangat bergantung pada dinamika permintaan di level-level support tersebut.
Saham-Saham yang Menarik untuk Dipantau
Berdasarkan analisis teknikal terkini, sejumlah saham menunjukkan pola pergerakan yang patut dicermati oleh investor, dengan rekomendasi yang disesuaikan kondisi entry-nya.
Blue Bird (BIRD): Momentum Penguatan Terjaga
Saham perusahaan taksi ini ditutup menguat 0,57 persen di harga Rp1.750. Volume perdagangan masih didominasi pembelian, meski menunjukkan kecenderungan mengecil. Analis menempatkan BIRD dalam pola gelombang impulsif naik.
Rekomendasi untuk saham ini adalah Spec Buy di rentang Rp1.725-Rp1.740. Target harga ditetapkan di Rp1.765 dan Rp1.785, dengan batas stop loss di bawah level Rp1.710.
Artikel Terkait
BI Sebut Ruang Turunkan Suku Bunga Makin Sempit Imbas Gejolak Global
PT Asia Pramulia Beralih ke Impor Bahan Baku Akibat Konflik Timur Tengah
AISA Rencanakan Kuasi Reorganisasi untuk Hapus Akumulasi Kerugian Rp2,7 Triliun
Wall Street Melonjak Usai Gencatan Senjata AS-Iran-Israel, Harga Minyak Anjlok