Wall Street Hadapi Pekan Penuh Tantangan: Laporan Nvidia dan Dampak Putusan Tarif Trump Jadi Sorotan

- Minggu, 22 Februari 2026 | 05:20 WIB
Wall Street Hadapi Pekan Penuh Tantangan: Laporan Nvidia dan Dampak Putusan Tarif Trump Jadi Sorotan

Wall Street bersiap menghadapi pekan yang penuh tantangan. Sentimen beragam, mulai dari laporan kuartalan Nvidia yang dinanti-nanti hingga gelombang dari putusan Mahkamah Agung soal tarif Trump, bakal menguji ketahanan pasar.

Putusan yang keluar Jumat lalu itu sempat memicu reli kecil di saham dan imbal hasil obligasi pemerintah. Tapi, euforianya terasa singkat. Di sisi lain, investor kini dibayangi ketidakpastian baru. Apa bentuk kebijakan perdagangan lain yang akan diusung Trump? Bagaimana proses pengembalian dana tarif yang dibatalkan itu akan berjalan? Pertanyaan-pertanyaan itu masih menggantung, menambah daftar kekhawatiran.

Fokus utama, tentu saja, ada pada Nvidia. Raksasa chip ini dijadikan barometer kesehatan sektor teknologi dan secara lebih luas, pasar saham secara keseluruhan. Laporannya yang dirilis Rabu nanti datang di saat yang tepat. Awal 2026 ini, sektor teknologi dan saham-saham megacap, yang dulu jadi mesin penggerak pasar, tampak kehilangan momentum.

Indeks S&P 500 memang masih bertahan di zona hijau tipis, dengan kenaikan 0,2 persen year-to-date. Tapi jangan tertipu. Di balik angka itu, gejolak terjadi. Saham-saham di sektor seperti perangkat lunak, manajemen kekayaan, dan real estate terpukul cukup berat. Penyebabnya? Kekhawatiran bahwa kehadiran AI justru bisa mengganggu model bisnis mereka yang sudah mapan.

Nvidia sendiri punya catatan fantastis. Sejak akhir 2022 hingga penutupan tahun lalu, sahamnya melesat lebih dari 1.500 persen. Namun tahun ini, performanya relatif datar, hanya naik sekitar 0,8 persen hingga Kamis lalu. Anggota lain dari "Magnificent Seven" bahkan lebih lemah. Microsoft terpangkas lebih dari 17 persen, sementara Amazon melemah 11 persen.

Pengaruh Nvidia terhadap indeks pun tidak main-main. Bobotnya di S&P 500 mencapai 7,8 persen. Artinya, setiap gerakannya akan terasa getarannya.

Ekspektasi untuk kuartal keempat fiskal mereka sangat tinggi. Analis yang dihimpun LSEG memproyeksikan lonjakan laba per saham hingga 71 persen, dengan pendapatan menyentuh angka USD 65,9 miliar. Untuk tahun fiskal mendatang, perkiraan rata-rata laba per saham adalah USD 7,76, naik 66 persen.

Namun begitu, proyeksi para analis ternyata sangat beragam. Melissa Otto dari S&P Global Visible Alpha mencatat rentang yang cukup lebar. Perkiraan terendah untuk laba per saham tahun fiskal Nvidia hanya USD 6,28, sementara yang paling optimis bisa mencapai USD 9,68.

Jadi, pekan depan bukan cuma soal angka dari Nvidia. Ini tentang bagaimana pasar menafsirkan masa depan AI, menilai ulang risiko kebijakan, dan mencari arah baru setelah beberapa bulan yang bergejolak. Semuanya akan teruji.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar