Sweter IDF di Lemari Epstein: Potongan Puzzle yang Menyulut Spekulasi Baru

- Sabtu, 20 Desember 2025 | 17:00 WIB
Sweter IDF di Lemari Epstein: Potongan Puzzle yang Menyulut Spekulasi Baru

Gambar-gambar itu beredar cepat di media sosial. Sebuah sweter abu-abu dengan logo IDF, ditemukan di lemari Jeffrey Epstein. Bagi banyak orang, itu bukan sekadar kain. Tapi potongan puzzle yang mencolok dari sebuah misteri gelap yang belum terpecahkan.

Jeffrey Epstein? Ya, nama itu sudah jadi sinonim skandal. Seorang pemodal kaya-raya dengan jaringan elite global, yang akhirnya dicap sebagai terpidana kejahatan seks. Dia meninggal di sel penjaranya pada 2019 kematian yang masih diselimuti tanda tanya besar tepat sebelum sidang perdagangan anak di bawah umur digelar.

Nah, yang ramai dibicarakan sekarang adalah “Epstein Files”. Ribuan halaman dokumen pengadilan dan catatan investigasi yang akhirnya dibuka untuk publik. Rilis besar-besaran ini terjadi pada 19 Desember 2025, berkat sebuah undang-undang transparansi yang ditandatangani Donald Trump bulan sebelumnya. Isinya? Luar biasa lengkap. Mulai dari foto-foto pribadi (seperti Bill Clinton di bak air panas), log penerbangan pesawat pribadi Epstein yang terkenal itu, email, rekaman, sampai kesaksian korban yang mengiris hati. Banyak nama besar bermunculan: politisi, bangsawan, tokoh bisnis. Tapi banyak juga bagian yang masih dihitamkan, menyisakan ruang untuk spekulasi.

Tujuannya jelas: transparansi. Mengungkap sepenuhnya lingkaran kejahatan ini dan siapa saja yang mungkin terlibat, atau sekadar pura-pura tidak tahu.

Di tengah semua itu, satu pertanyaan terus mengemuka: apa sebenarnya hubungan Epstein dengan Israel?

Pertama, soal koneksi personal. Mantan Perdana Menteri Israel, Ehud Barak, adalah nama yang paling sering disebut. Catatan menunjukkan mereka bertemu puluhan kali. Bahkan Barak pernah mengunjungi apartemen Epstein di Manhattan.

Kedua, dan ini yang lebih serius, adalah dugaan bahwa Epstein bukan sekadar miliarder nakal. Ada klaim persisten bahkan dari kalangan mantan intelijen bahwa dia adalah aset Mossad. Operasinya, termasuk jaringan perdagangan seks itu, diduga digunakan untuk menjebak dan memeras tokoh-tokoh berpengaruh dunia. Sebuah senjata kompromi yang sempurna.

Koneksi Israel juga mengalir melalui Ghislaine Maxwell, rekan sekaligus pasangan Epstein. Ayah Ghislaine, Robert Maxwell, adalah konglomerat media yang hubungannya dengan intelijen Israel sudah jadi rahasia umum. Sang ayah pun dimakamkan di Yerusalem.

Isu ini kembali menyala terang pada 2025. Bukan hanya karena dokumen yang dirilis, tapi juga karena komentar publik dari figur seperti Tucker Carlson. Dia secara terbuka menyatakan Epstein punya hubungan langsung dengan pemerintah Israel.

Lalu munculah foto sweter IDF itu. Seperti bahan bakar yang menyulut api.

“Holy crap… I just found the Jeffrey Epstein IDF sweater in the Epstein Files photos.”

Evan Kilgore, 19 Desember 2025
“Kaus Tentara Israel Ditemukan di Sarang Pedo!”

Random Warfare Worldwide, 20 Desember 2025
“JUST IN: Newly released documents show an IDF sweatshirt was found in the closet of Jeffrey Epstein.”

BRICS News, 19 Desember 2025

Sebuah sweter. Mungkin bagi sebagian orang hanya barang biasa. Tapi dalam konteks Epstein, segala hal kecil bisa punya makna besar. Ia menjadi simbol fisik dari semua pertanyaan yang belum terjawab, semua koneksi yang masih samar, dan semua kebenaran yang mungkin masih tersembunyi di balik bagian-bagian yang dihitamkan dalam dokumen itu.

Cerita ini belum berakhir. Setiap dokumen yang dirilis, setiap foto yang muncul, hanya menambah lapisan baru pada misteri yang sudah begitu rumit. Dunia masih menatap, menunggu, bertanya-tanya: apa yang sebenarnya terjadi di balik pintu-pintu tertutup itu?

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar