Yogyakarta baru saja menjadi tuan rumah acara final GenKBiz, sebuah program inkubasi bisnis yang digagas KB Bank. Program ini memang sengaja menyasar anak-anak muda dengan ide usaha segar, yang tak cuma menjanjikan secara komersial, tapi juga punya dampak sosial dan lingkungan yang kuat. Intinya, mereka mencari wirausaha masa depan yang punya prinsip ESG Environmental, Social, and Governance benar-benar tertanam dalam model bisnisnya.
Menurut pihak bank, GenKBiz ini adalah bagian dari upaya lebih besar untuk membangun ekosistem kewirausahaan nasional yang inklusif. Caranya? Dengan memberi peserta pembekalan bisnis, mentoring intensif, dan tentu saja, ruang untuk mengembangkan ide-ide mereka. Tujuannya jelas: melahirkan bisnis yang profitabel sekaligus punya dampak positif bagi masyarakat sekitar.
Acara puncaknya adalah sesi final pitching yang cukup menegangkan. Di sana, para finalis mempresentasikan ide mereka di hadapan dewan juri yang berisi praktisi industri, akademisi, dan tentu saja perwakilan KB Bank. Penilaiannya komprehensif, mencakup inovasi, kelayakan bisnis, dan seberapa kuat dampak ESG yang diusung. Dari proses itu, akhirnya terpilih tiga pemenang terbaik.
Firdaus Sari Asta berhasil meraih juara pertama dengan Mustav Co. Ide bisnisnya cerdas: mengolah limbah pelepah pisang menjadi material pengganti kulit atau vegan leather yang tahan lama dan elegan. Produknya ditujukan sebagai sustainable corporate gift.
“Mustav Co tidak hanya menyelesaikan masalah limbah pertanian,” jelasnya. “Tapi juga memberdayakan kelompok perempuan di Cilacap dan mendukung perusahaan menerapkan standar ESG.”
Posisi kedua diraih Ade Kurniawan lewat CIP Janggel. Usahanya fokus mengolah limbah tongkol jagung yang biasanya dibakar dan jadi polusi menjadi produk kerajinan bernilai tinggi. Mulai dari dekorasi rumah, furnitur, hingga briket. Konsep zero waste-nya membuka lapangan kerja sekaligus memberi edukasi kriya bagi warga desa.
Sementara itu, Yoga Angkawijaya Kristiawan dari UGM membawa pulang juara ketiga dengan FoodLoop. Ini adalah ekosistem berbasis komunitas untuk memerangi food waste. Mereka menyediakan Food Sharing Station untuk distribusi surplus makanan dan Waste Upcycling Point untuk olah sampah organik. FoodLoop juga jadi penghubung antara pelaku usaha kuliner dengan perusahaan yang ingin menjalankan program CSR/ESG mereka secara lebih terukur.
Direktur Utama KB Bank, Kunardy Darma Lie, menegaskan bahwa GenKBiz adalah wujud nyata komitmen bank tersebut.
“KB Bank percaya generasi muda punya peran strategis untuk menjawab tantangan masa depan,” ujar Kunardy. “Melalui GenKBiz, kami ingin mendorong lahirnya wirausaha yang tak cuma kejar profit, tapi juga beri dampak nyata bagi lingkungan dan masyarakat.”
Harapannya, program semacam ini bisa jadi katalis. Memicu lahirnya lebih banyak pelaku usaha muda yang tak hanya tumbuh sustainable, tapi juga ikut menguatkan pondasi ekonomi lokal dan nasional ke depannya.
Artikel Terkait
Rupiah Dibuka Melemah ke Rp17.401 per Dolar AS, Tertekan Faktor Domestik
IHSG Berpotensi Kembali Tertekan, Aksi Jual Asing Capai Rp791 Miliar
Target Pendapatan Melonjak 1.584 Persen, GPSO Bidik Rp92,47 Miliar Usai Diakuisisi Tjokro Group
Semen Indonesia Siapkan Dana Rp730 Miliar untuk Lunasi Obligasi Jatuh Tempo