Satir Tere Liye Disalahartikan, Netizen: Mereka Tak Paham atau Kebanyakan MBG?

- Selasa, 03 Februari 2026 | 09:00 WIB
Satir Tere Liye Disalahartikan, Netizen: Mereka Tak Paham atau Kebanyakan MBG?

Lucu sekali. Tulisan satir Tere Liye malah dibaca mentah-mentah oleh sebagian orang, dikira sebagai dukungan. Sepertinya mereka benar-benar tak paham satire, atau mungkin terlalu sering 'menikmati' program MBG hingga otaknya kenyang. 🤣

"

Ya sudah, anggap saja ini membantu program pemerintah. Bukannya malah bagus? Bayangkan, tiap kecamatan punya satu dapur umum. PSI dapat jatah 7000, Gerindra, Golkar, dan kawan-kawannya dapat sekian ribu. Belum lagi yayasan coklat, yayasan loreng, semua kebagian.

Lagipula, MBG kan menyerap tenaga kerja. Setiap dapur butuh tiga ASN, belum lagi koki dan kurir pengantar. Soal kantin atau warung UMKM yang sepi dan gulung tikar? Itu salah mereka sendiri. Kenapa tidak ikut MBG saja? Proses seleksinya kan katanya fair.

Honorer guru yang nasibnya disalip ASN dapur? Ah, jangan dengki dong.

Makanan berlimpah sampai terbuang? Itu juga salah anak-anaknya. Kurang bersyukur mereka.

Intinya, kurang-kurangilah nyinyir. Program MBG ini penting, lho. Biar anak-anak tidak putus sekolah. Menurut para profesor, tanpa uang jajan, anak bisa DO dan malas ke sekolah. Jadi ya dikasih jajan. Percayalah, satu atau dua dekade lagi, kualitas pendidikan Indonesia bakal melesat tinggi.

(TERE LIYE)

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar