Setelah anjlok lebih dari 4 persen kemarin, IHSG hari ini diprediksi bakal mencoba bangkit. Tapi jangan berharap kenaikan yang spektakuler. Analis memproyeksikan pergerakan indeks hanya dalam rentang sempit, antara 7.900 dan 8.100.
Ratih Mustikoningsih dari Ajaib Sekuritas termasuk yang melihat secercah harapan. Dalam risetnya pagi ini, ia menulis bahwa sentimen global yang membaik dan aliran dana asing bisa jadi penopang.
"IHSG hari ini diprediksi positif dalam range 7.900-8.100,"
Catatannya itu muncul setelah IHSG kemarin benar-benar terpuruk, ditutup anjlok 406 poin ke level 8.922. Tekanan jual masih menggila, terutama ke saham-saham komoditas dan konglomerasi. Rupanya, aksi ambil untung massal terjadi setelah harga emas, perak, dan nikel di pasar global melemah.
Namun begitu, ada sinyal menarik yang patut dicermati. Ratih mencatat, investor asing justru mulai masuk. Mereka mencatatkan inflow bersih Rp654 miliar di pasar ekuitas domestik pada perdagangan kemarin. Aliran dana segar ini berpotensi menjadi bantalan untuk menahan tekanan jual lebih lanjut.
Di sisi lain, sentimen domestik masih dibayangi kabar kurang menyenangkan dari pertemuan MSCI dengan regulator. Kebijakan baru soal transparansi free float minimal di atas 1 persen itu dinilai bakal jadi beban tambahan, khususnya untuk saham-saham konglomerasi. Implementasinya berpotensi memicu tekanan jual lagi.
Fakta pahitnya, secara year to date, performa IHSG adalah yang terlemah se-ASEAN dengan koreksi mencapai 8,38 persen. Cukup dalam.
Tapi jangan khawatir dulu. Data makro kita sebenarnya masih solid. Neraca perdagangan Indonesia pada Desember 2025 kembali surplus, tepatnya USD2,52 miliar. Ini melanjutkan tren positif dari bulan sebelumnya. Bahkan, secara kumulatif, Indonesia sudah mencatatkan surplus neraca dagang selama 68 bulan berturut-turut. Sebuah rekor yang patut diacungi jempol.
Sentimen dari luar juga mulai cerah. Wall Street rebound kemarin, dipimpin saham-saham teknologi. Sektor AI dan semikonduktor jadi primadona di tengah musim laporan keuangan. Pelaku pasar kini feskus pada raksasa seperti Alphabet dan Amazon.
Yang menarik, saham Palantir Technologies (PLTR) melonjak sekitar 7 persen dalam perdagangan after hours. Penyebabnya, kinerja mereka melampaui ekspektasi dan proyeksi pendapatan tahun 2026 terlihat optimistis.
Gelombang penguatan dari AS itu turut menular ke Asia Pasifik. Pada perdagangan Selasa pagi, Nikkei 225 menguat 2,53 persen dan indeks KOSPI Korea bahkan melesat 4,12 persen. Tampaknya, bursa regional sedang berusaha pulih dari tekanan awal pekan.
Nah, untuk trading hari ini, Ajaib Sekuritas punya beberapa rekomendasi saham.
1. TOWR
Rekomendasi: Accum Buy
Harga Penutupan: 530
Target: 550
Stop loss: 490
Alasan: Potensi bullish reversal dengan harga di area support. Indikator stochastic crossing di area itu mengindikasikan rebound.
2. EXCL
Rekomendasi: Buy on Pullback
Harga Penutupan: 2.910
Target: 3.040
Stop loss: 2.840
Alasan: Cocok untuk trading jangka pendek. Posisi harga di area support memberi sinyal rebound, didukung stochastic yang sudah oversold.
3. CTRA
Rekomendasi: Accum Buy
Harga Penutupan: 810
Target: 840
Stop loss: 780
Alasan: Berpotensi reversal di area support. Momentum akumulasi terlihat dari pelemahan terbatas pada indikator MACD bar histogram.
Artikel Terkait
Airlangga Hartarto: Ekonomi Indonesia Tetap Solid di Tengah Gejolak Global, IMF Sebut sebagai Bright Spot
Pertumbuhan Ekonomi RI Kuartal I-2026 Tembus 5,61 Persen, Tertinggi dalam Setahun Terakhir
Saham Nikel Tertekan, Pasar Cermati Rencana Pemerintah Terapkan Bea Keluar dan Windfall Tax
Rupiah Dibuka Melemah ke Rp17.401 per Dolar AS, Tertekan Faktor Domestik